Breaking News:

IIK Bhakti Wiyata Kediri Menangkan Hibah Rp 160 Juta Melalui Program KMMI 2021

IIK Bhakti Wiyata Kediri menangkan hibah Rp 160 juta melalui program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) tahun 2021.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengumumkan hasil seleksi Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) tahun 2021.

Program KMMI sendiri adalah program pelengkap pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di dunia kerja dan industri yang mendukung implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Lebih lanjut, program KMMI merupakan pembelajaran bentuk kursus singkat/short course yang mencakup hard skills dan soft skills.

Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan hibah tersebut setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Berdasarkan seleksi yang dilakukan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, IIK Bhakti Wiyata Kediri lolos seleksi Tahap I dan seleksi Tahap II dalam bentuk wawancara terkait kesiapan dan komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Program KMMI.

Baca juga: IIK Bhakti Wiyata Kediri Dukung Sosialisasi PMK Nomor 17 Tahun 2021 tentang Izin Praktik

IIK Bhakti Wiyata Kediri mendapatkan Program KMII pada kelompok 3, yakni kelompok yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi dengan student body 1.000-5.000 mahasiswa.

Kemdikbudristek menyetujui 2 course dari 7 course yang telah diajukan, dengan total kuota 160 mahasiswa. 2 course tersebut adalah Manajemen Praktik Dokter Gigi (S1 Kedokteran Gigi) dan Kesiapsiagaan Bencana atau Disaster Preparedness (S1 Keperawatan).

Lebih lanjut, nantinya peserta KMMI akan mendapatkan sertifikat pengakuan yang diajukan ke perguruan tinggi untuk konversi SKS mata kuliah dan portofolio pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Program KMMI ini dirancang sebagai media untuk menjadi jembatan agar meminimalisir kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja maupun industi dengan tujuan agar mahasiswa mendapatkan ilmu yang diperlukan dalam berbagai keperluan industri atau wirausaha (pengembangan bisnis).

“Untuk 2 course yang dibiayai ini nilainya sebesar Rp 160 juta, course yang kami usulkan adalah sinkronisasi antar kebutuhan DUDI dan permasalahan di lapangan masa kini,” ujar Deputi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran IIK Bhakti Wiyata Kediri, Evi Kurniawati, Kamis (22/7/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved