Berita Surabaya
Selain Kotak UPS, Pengedar Narkoba Jaringan Sumetera-Jawa Diduga Antar Sabu Pakai Aki dan Hardisk
Modus yang dilakukan enam tersangka pengedar narkotika asal Sumatera itu termasuk cerdik. Selama setahun mereka beroperasi, sekalipun belum pernah
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
"Semua pengiriman paket diarahkan Reza. Kemudian Reza baru mengabarkan ke Aldian," ujarnya.
Dalam penggerebekan di bengkel yang digunakan sebagai kamuflase pengiriman sabu, polisi menemukan banyak barang.
Baca juga: Polresta Malang Kota Selidiki Pembuat Akun Facebook Palsu Budi Hermanto
Mulai dari UPS, CPU kecil, hard disk, hingga aki yang digunakan untuk pengiriman sabu.
"Banyak ditemukan di bengkel itu. Dugaannya memang sudah sering terima barang (narkotika)," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan peredaran sabu-sabu (SS) dan obat-obatan terlarang dari Sumatera-Jawa Timur. Polisi mengamankan tujuh orang tersangka mulai pengguna, pengedar, hingga kurir. Polisi menyita sabu dengan berat total 2,3 kilogram, serbuk ekstasi warna hijau dengan berat 2,22 gram dan 100 butir pil riklona yang diamankan dari tersangka.
Tersangka ini Dwi (49) warga Jalan Jetis Wetan, Surabaya, Rudianto (51) warga Jalan Banyuurip Kidul, Surabaya, Rudy, Jalan Wonocolo, Bekti, Aldian, warga Dukuh Kupang, Reza, warga Menganti, Gresik, dan Bekti Prihandono, warga Dusun Ngambar, Driyorejo, Gresik.
Kumpulan berita Surabaya terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kotak-ups-yang-digunakan-jaringan-pengedar-narkoba-sumatera-jawa.jpg)