Berita Malang

Dewan Nilai Pemkot Malang Tidak Perlu Buka Rekrutmen Relawan Covid-19 Baru, 'Berdayakan yang Ada'

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika tanggapi rencana Pemkot Malang tambah 12 ribu relawan baru untuk bantu penanganan Covid-19.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menambah 12 ribu relawan baru untuk membantu penanganan virus Corona ( Covid-19 ).

Rencananya, relawan tersebut akan ditempatkan di masing-masing RT untuk membantu pengawasan dan penanganan pasien yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengatakan, Pemkot Malang tidak perlu membuka rekrutmen relawan baru.

Cukup memberdayakan relawan yang sudah ada, sebab di Kota Malang banyak bermunculan kelompok-kelompok kecil yang fokus dalam penanganan kemanusiaan.

"Relawan yang bergerak sudah ada. Misalnya, relawan Malang Crisis Center, MBLC, Es Teh Anget, RJT dan lainnya," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Dewan Minta Pemkot Malang Target Kapan Vaksinasi Covid-19 Selesai, Ini Tanggapan Wali Kota Sutiaji

Dirinya mengungkapkan, sejumlah relawan tersebut sampai saat ini belum dikoordinir oleh Pemkot Malang dengan baik.

"Selama ini, relawan yang bergerak sudah lebih dari itu (12 ribu). Namun, tidak terkoordinir dengan baik. Kalau wacana itu, saya rasa sudah dari dulu dilaksanakan," jelasnya.

Sebab, menurutnya jika harus mencari lagi relawan baru, akan memakan waktu yang cukup lama.

"Daripada mencari pendaftar baru yang belum punya pengalaman, lebih baik relawan yang ada itu saja yang diakomodir. Panggil mereka, ajak bergerak dan dibiayai operasionalnya," terangnya.

Baca juga: Cegah Aksi Pengedar Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19, BNN Kota Malang Awasi Jasa Pengiriman Barang

Sebab selama ini, relawan yang ada itu bersedia memberi bantuan tanpa pembiayaan operasional. Mereka terus bergerak membantu masyarakat.

"Selama ini, tanpa dapat bantuan, mereka tetap bergerak membantu masyarakat," tambahnya.

Dirinya juga menambahkan, dalam memilih relawan, utamanya dalam penanganan Covid-19 justru tidak mudah. Sebab, harus memiliki kemampuan khusus.

"Satu orang relawan sulit dicari, hanya orang-orang khusus yang mau," pungkasnya.

Berita tentang Kota Malang

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved