Breaking News:

Berita Kota Malang

Disinggung Menteri Luhut, Wali Kota Malang Sutiaji Beralasan Ada Keterlambatan Data Covid-19

Adanya keterlambatan data kasus Covid-19 jadi alasan Wali Kota Malang Sutiaji usai disinggung Menteri Luhut.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji ketika ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (10/8/2021). 

Sejumlah kasus yang kerap terjadi di Kota Malang disampaikan oleh Sutiaji ialah belum direkapnya ketika tidak ada kasus penambahan kasus Covid-19 di Kota Malang.

Rekapitulasi pun baru dilakukan selang beberapa hari, ketika ada penambahan 300 kasus Covid-19.

Sutiaji pun menyayangkan kejadian ini, dan dia menganggap bahwa pada bulan lalu banyak orang yang sembuh tapi belum dilaporkan.

"Hal-hal semacam ini yang masih ditemukan di lapangan. Makanya tadi ini kami cocokkan," ucapnya.

Pria kelahiran Lamongan mengaku, tidak marah atas keterlambatan pelaporan data kepada petugas di Dinas Kesehatan Malang.

"Saya gak marah. Kasihan kepada petugas. Karena mereka tiap hari kerja. Kalau dimarahi nanti puskesmas tidak mau kerja. Percuma kalau marah karena dapat menghabiskan imun kita," ucapnya.

Selain berkaitan dengan data, Sutiaji menjelaskan, ketersediaan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di Kota Malang masih di atas 85 persen.

Akan tetapi, penuhnya BOR tersebut diakibatkan dari banyaknya pasien yang berasa dari luar Kota Malang.

"Dari 1.007 tempat tidur di 11 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang, warga Kota Malang tidak lebih dari 285. Sisanya malah dari luar Kota Malang," ucapanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pelaksanaan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Jawa-Bali belum mampu menurunkan kasus Covid-19 di Bali dan Malang Raya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved