Berita Lamongan
Jerit Sopir Lyn-Angkot Jalur Tengah dan Pantura Hadapi PPKM, 'Beli Bahan Bakar Susah, Makan Utang'
Jerit sopir lyn Babat - Surabaya terdampak PPKM yang terur diperpanjang. Operasional angkutan tak sebanding dengan hasil pendapatan yang diperoleh.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
Terkadang pulang ke rumah tak bawa hasil apa-apa. Untik makan saja harus utang.
Pria asal Dusun Dengok Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran tersebut juga mengatakan, bahwa dirinya kerap menghabiskan waktu hanya dengan nongkrong di pangkalan angkot atau terminal Paciran bersama teman-temannya.
"Selama 26 tahun menjadi sopir, tahun ini adalah yang paling parah susahnya untuk mendapatkan uang, " ungkapnya.
Baca juga: Ini Hasil Penerapan PPKM di Lamongan, Trend Kasus Covid -19 Terus Turun, Termasuk BOR
Para pengemudi ini juga membeberkan, saat berangkat keluar cari penumpang, kerap haru utang dulu untuk mengisi tangki BBM. Terkadang berhutang uang dan sering hutang di kios BBM.
Diakui, sebagai orang kecil, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa meratapi keadaan.
Tak hanya Gunawan, hal serupa juga dirasakan oleh seorang mandor bus, Suwamin (60) asal Dusun Jompong Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Lamongan. Pihaknya mengaku kesulitan, terlebih di tengah aturan PPKM yang saat ini sedang diterapkan oleh pemerintah. Pandemi Covid-19 sangat mencekik perekonomian dan pekerjaannya.
"Kalau ini sih bukan menurun lagi pendapatan kita, tapi nol persen," keluh Suwamin.
Suwamin berharap kepada pemerintah, agar nasib para pekerja di jasa angkutan ini diperhatikan.
Sementara itu, Penarik Retribusi Dishub Lamongan yang bernama Subianto (52) menyebutkan, bahwa selama Pandemi ini omset yang didapatkan mengalami penurunan yang signifikan.
Tak lepas dari adanya kebijakan PPKM.
"Biasanya 20 bus tiap hari beroperasi, kini tinggal 3 sampai 5 bus saja," katanya.
Sementara untuk angkot yang dulunya 30 angkutan, sekarang tidak sampai separuhnya.
Berita tentang Lamongan
Berita tentang PPKM Level 4
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ppkm-sopir-lyn-babat-surabaya.jpg)