Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Gresik

Kasus Penganiayaan di Pondok Pesantren Gresik, Anak Kiai Dihajar hingga Mobil Dirusak 

Anak pemangku pondok pesantren di Gresik mengalami penganiayaan hingga mobilnya dirusak.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Gus Shofi (kanan) menunjukkan surat laporan polisi kepada awak media di kediamannya, Kamis (12/8/2021) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

 
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Anak pemangku pondok pesantren di Gresik mengalami penganiayaan hingga mobilnya dirusak

Pelakunya adalah salah satu pengurus pondok pesantren, yaitu paman dari korban. 

Konflik internal Yayasan Pesantren Al-Ibrohimi, Manyar Gresik akhirnya mencuat publik dan ditangani oleh Polisi. 

Korban diketahui bernama Tubashofiyur Rahman salah satu anak pemangku pesantren mengaku telah dianiaya oleh pamannya sendiri. 

Pria yang akrab disapa Gus Shofi menceritakan awalnya dia berada di Kantor MA Al-Ibrohimi. Kedatangannya bertujuan untuk menyerahkan berkas penghentian tugas Mohammad Said sebagai kepala sekolah. Said menerima  pemberhentian itu dengan lapang dada.  

Namun setelah beberapa menit kemudian, datanglah KA (49) yang langsung melakukan pemukulan membabi buta kepada Gus Shofi. Bahkan pukulan itu juga mengenai anak korban yang masih balita. Situasinya akhirnya menjadi tegang, sebab penganiayaan itu ditonton langsung oleh banyak guru yang kebetulan berada di Kantor MA.  

Dia mengaku memilih diam saja dipukuli, bahkan putrinya yang diketahui masih berumur 2 tahun terus menangis.  

“Dipukul berulang kali, pelaku masih pakai akik ditangannya," terangnya, Kamis (12/8/2021).  

Baca juga: 2.800 Lebih Pelaku UMKM di Kota Batu Diusulkan Dapat Bantuan BPUM

Gus Shofi mengalami luka pada bagian tubuh, lalu dibagian kepala pelipis kiri terdapat luka lecet dan mengalami sakit di bagian kepala belakang. Sedangkan putrinya mengalami luka di bagian pelipis sebelah kiri, kemudian lebam di bagian mata.  

Selain melakukan penganiayaan, KA juga melakukan perusakan mobil milik korban. Aksi koboi itu sempat terekam CCTV. Dalam kamera pemantau itu, KA yang menggunakan sarung dan kopyah menaiki mobil putih bagian depan sampil marah-marah.  

Diketahui KA yang merupakan paman korban diduga kuat tidak terima karena korban menghentikan tugas Mohammad Said sebagai Kepala Sekolah. Padahal keputusan itu atas dasar keputusan pengurus yayasan karena Said dinilai tidak pernah melaksanakan tugas.  

""Tentu ini sangatlah tidak pantas seorang kiyai melakukan tindak selayaknya preman. Saya berharap agar kasus ini cepat ditangani polisi. Padaha l pemberhentian sebagai Kepala Sekolah karena berdasarkan keputusan yayasan. Kepala sekolah dipecat karena tidak pernah melakukan tugas yayasan,” terangnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti mengatakan baru memeriksa 6 orang saksi dan akan memanggil terduga pelaku Jum'at (13/8/2021) besok. Bukti-bukti kuat lainnya, sudah dikantongi. Seperti bukti visum pelapor, dan juga meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian.  

“Bukti ini akan kita kaji lebih dalam sembari pengumpulkan data dari saksi-saksi," tegasnya.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved