Breaking News:

Berita Kota Batu

2.800 Lebih Pelaku UMKM di Kota Batu Diusulkan Dapat Bantuan BPUM

2.800 lebih pelaku UMKM di Kota Batu diusulkan mendapatkan bantuan BPUM. Kepala Diskoperindag berharap semua usulan disetujui.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Lokasi wisata kuliner di dekat Alun-alun Kota Batu yang selalu dikunjungi wisatawan, 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu mengusulkan lebih dari 2.800 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke pemerintah pusat untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dalam tahap keempat 2021.

Kepala Diskoperindag Kota Batu, Eko Suhartono menjelaskan, setiap pelaku usaha UMKM akan mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta dari pemerintah pusat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, proses pendaftaraan pelaku usaha yang ingin mendapatkan BPUM senilai Rp 1,2 juta masih berlangsung.

Data tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan. Lalu diverifikasi untuk menetapkan penerima.

Eko pun berharap semua usulan yang dikirim ke pemerintah pusat mendapatkan persetujuan tanpa terkecuali. Eko mengaku belum mengetahui kapan bantuan tersebut akan cair. Pasalnya, proses sedang berlangsung saat ini.

“Intinya, UMKM yang sifatnya perorangan, bukan kelompok,” ujar Eko, Kamis (12/8/2021).

Dipaparkannya, pada tahap 1 lalu ada 2.364 pelaku UMKM. Pada tahap 2 ada 558, dan tahap 3 ada 1024. Sehingga totalnya 3.946 pelaku UMKM di Kota Batu.

Calon penerima bantuan harus menyertakan syarat KTP, KK dan keterangan usaha dari pemerintah desa atau kelurahan. Ketika dana cair, pelaku usaha akan mendapatkan transfer dari bank.

Baca juga: Gerakan Sosial Masyarakat Kota Batu Jadi Wujud Serius Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

“Setelah diverifikasi pemerintah pusat, lalu turun ke bank. Diinformasikan ke penerima melalui pesan pendek. Kami juga menerima daftar penerima,” kata Eko.

Kendala yang kerap ditemui adalah pedagang kecil tidak memiliki nomor ponsel maupun akses ke perbankan. Oleh sebab itu, Pemkot Batu akan membantu agar mereka terakomodir.

Jumlah penerimaan bantuan ini lebih kecil dari tahun lalu. Eko menjelaskan, penerimaan tahun lalu sebanyak Rp 2 juta per pelaku UMKM. Meski begitu, ada beberapa pelaku usaha tidak mengambil jatah mereka.

“Yang menjadi persoalan, ada beberapa yang belum mengambil. Kalau informasi dari tim, 25 persen penerima belum mengambil. Kami sampaikan ke tim kondisi itu," ujarnya.

Tahun ini, jumlah penerima lebih banyak dari tahun lalu. Program ini adalah bantuan terhadap pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona).

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved