Breaking News:

BPJS Kesehatan Tulungagung

Indah Tulungagung Bersyukur Punya JKN-KIS, Operasi Pengangkatan Penggumpalan Lemak Payudara Gratis

Operasi pengangkatan penggumpalan lemak pada payudaranya tanpa biaya sama sekali. Warga Kabupaten Tulungagung beryukur punya JKN KIS.

Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Indah Catur Rini (38), warga Kabupaten Tulungagung, peserta Progam Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Indah Catur Rini (38), warga asli Kabupaten Tulungagung ini merasa sangat terbantu dengan adanya Progam Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ).

Pasalnya saat melakukan operasi pengangkatan penggumpalan lemak pada payudara tahun 2019 lalu, dirinya tidak dipungut biaya sama sekali.

“Waktu itu dari faskes (fasilitas kesehatan) pertama dilihat ada benjolan di payudara saya. Kemudian dirujuk ke rumah sakit, kata dokter ada penggumpalan lemak di payudara saya. Dirawat 2 hari, hari ini operasi, besok sudah pulang. Tidak ada biaya sama sekali,” terang Indah.

Tidak berhenti sampai disitu, Indah juga harus menjalani 3 kali kontrol pasca operasi. Sampai tuntas, Indah tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Selain biaya, peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini mengaku, selama perawatan ia mendapatkan pelayanan yang baik tanpa adanya pembedaan dengan pasien lain.

“Kontrol pertama dilihat jahitannya, yang kedua lepas jahitan pertama, yang ketiga lepas jahitan kedua, dilihat sudah kering, sudah tidak kontrol lagi. Semuanya pelayanannya baik, tidak ada bedanya dengan yang lain,” ucapnya.

Indah bersyukur sudah dibantu Pemerintah melalui JKN-KIS. Ia merasa diringankan dari segi biaya, karena ternyata tidak hanya dirinya yang membutuhkan untuk operasi pengangkatan penggumpalan lemak pada payudaranya, namun adiknya yang juga harus menjalani kontrol rutin setiap bulan ke poli psikiatri.

“Ya itu (JKN-KIS) meringankan. Kalau saya tidak punya BPJS kalau ada apa-apa susah, soalnya saya kan orang tidak mampu. Kalau kemarin saya tidak punya BPJS dan harus operasi, saya dapat uang dari mana. Apalagi adik saya juga harus rutin kontrol ke poli psikiatri. Sudah 3 tahun rutin kontrol, sebulan sekali,” pungkasnya.

Ia menyebutkan, seandainya tidak pakai JKN-KIS biaya yang harus dikeluarkan untuk kontrol adiknya setiap bulannya sekitar Rp 500ribu sampai dengan Rp 1juta. Meskipun Indah tahu bantuan dari Pemerintah bisa berakhir kapan saja, ketika suatu saat nanti tidak ditanggung Pemerintah lagi iurannya, Indah mengatakan akan mendaftar sebagai peserta mandiri kelas 3.

Menurutnya, sehat itu tidak selamanya, akan kesulitan kalau tidak punya JKN-KIS. Indah pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan karena sudah terbantu.

Ia berharap BPJS Kesehatan semakin maju supaya bisa terus membantu masyarakat.

“Kalau saya tidak ditanggung Pemerintah lagi, saya tetap daftar BPJS tetapi kelas 3. Ya itu buat jaga-jaga kalau ada apa-apa, karena kan orang tidak selamanya sehat. Kayaknya akan merasa berat dan kesulitan kalau tidak ada yang bantu. Semoga BPJS dilancarkan dan semakin maju, agar bisa membantu masyarakat, agar masyarakat tidak merasa kesulitan (ketika berobat),” ucap Indah. 

Berita tentang Tulungagung

Berita tentang BPJS Kesehatan

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved