Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Kisah Rara, Bocah 11 Tahun di Surabaya Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Kini Jadi Anak Asuh Camat

Kisah Rara, bocah 11 tahun di Surabaya yang jadi yatim piatu karena Covid-19, tinggal dengan bibinya yang penyandang disabilitas. Jadi anak asuh camat

Tribun Jatim Network/Bobby Constantine
Rara, bocah 11 tahun di Surabaya yang kehilangan kakek, nenek, dan ayahnya karena Covid-19, Jumat (13/8/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Cerita pilu datang dari seorang bocah 11 tahun di Surabaya. Iona Annora Nurani Anindia mendadak menjadi yatim piatu pada Juli 2021 lalu. 

Hanya dalam waktu sepekan, bocah yang tinggal di daerah Jagiran, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, ini kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus. Di awali dari kakeknya, KAS yang meninggal di tanggal 7 Juli 2021.

Kemudian neneknya, BUN yang meninggal pada 9 Juli. Selanjutnya, pada tanggal 12 Juli ayah bocah yang akrab disapa Rara ini, IM, menyusul KAS dan BUN. 

"Semua meninggal dengan terkonfirmasi positif Covid-19 (virus Corona)," kata Ketua RW 3 Jagiran, Jalal saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (13/8/2021). 

Jalal menceritakan, indikasi Covid-19 ini diketahui berawal dari IM.

"Pak IM mengikuti tes swab dan diketahui positif. Ternyata, ini menular kepada Pak KAS dan Bu BUN," katanya. 

Sebelum meninggal, masing-masing juga sempat mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Dr Soewandhie.

Meskipun ketiga keluarganya meninggal karena Covid-19, Rara diindikasikan negatif Covid-19. 

Sepeninggal IM, praktis Rara menjadi yatim piatu. Sebab, ibu Rara sudah meninggal sejak 2012 silam. 

Saat ini, Rara tinggal bersama kakaknya (18 tahun) yang baru lulus SMK dan bibinya.

Namun bibi Rara merupakan penyandang disabilitas.

Baca juga: Ada 300 Anak di Surabaya Jadi Yatim Piatu di Masa Pandemi, Pemkot Tanggung Sekolah Sampai Kuliah

"Kami lantas mengupayakan permintaan bantuan kepada pemkot," katanya. 

Jalal mengajukan bantuan makanan melalui program permakanan. Rara bersama bibinya akan mendapatkan makanan dari Pemkot Surabaya 3 kali sehari. 

Selain program permakanan, Jalal juga mengkhawatirkan pendidikan Rara. Ia menyebut bocah berambut ikal ini sudah lama tidak bersekolah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved