Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Kisah Rara, Bocah 11 Tahun di Surabaya Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Kini Jadi Anak Asuh Camat

Kisah Rara, bocah 11 tahun di Surabaya yang jadi yatim piatu karena Covid-19, tinggal dengan bibinya yang penyandang disabilitas. Jadi anak asuh camat

Tribun Jatim Network/Bobby Constantine
Rara, bocah 11 tahun di Surabaya yang kehilangan kakek, nenek, dan ayahnya karena Covid-19, Jumat (13/8/2021).  

Pihak Pemkot Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) pun telah datang berkunjung, Jumat (13/8/2021). Hadir juga pihak kecamatan dan kelurahan. 

Dari hasil kunjungan tersebut, Rara disebut enggan bersekolah jauh dari tempat tinggalnya. Ia juga ingin tetap tinggal bersama bibinya. 

Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun pun mengambil sikap. Bahkan, Ridwan siap menjadi orang tua asuh bagi Rara.

"Saya sudah datang ke rumah Rara dan bertemu dengan Rara," kata Ridwan saat ditemui terpisah di hari yang sama. 

"Saya sampaikan, 'kamu sekarang menjadi anaknya Pak Camat. Kamu harus sekolah'. Saya memberi motivasi," katanya

Ia ingin melihat Rara bersekolah. Menurut Ridwan, Rara yang kini berusia 11 tahun ternyata mengenyam pendidikan terakhir saat TK. Sekalipun demikian, Ridwan melihat Rara sebagai anak yang cerdas, bisa baca-tulis meskipun tak sekolah SD.

"Rara ini cerdas. Bisa baca sendiri tanpa masuk SD. Bisa menulis, sedikit bahasa Inggris, dan mengetuk hati saya bahwa anak ini harus diselamatkan agar bisa sekolah dengan baik," katanya. 

Dia berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membantu Rara melalui Kejar Paket A. Selanjutnya, Rara akan didaftarkan ke SMP negeri. 

Ridwan mendorong Rara untuk semangat belajar. Menjalankan cita-cita kedua orang tua Rara yang ingin melihat Rara sukses. 

"Tentu, bisa sesuai dengan keinginan orang tua, punya ijazah, dan akhirnya bisa bekerja. Rara bisa menjadi orang yang bermanfaat, berguna bagi masyarakat," katanya. 

Selain itu, Ridwan juga menyiapkan bantuan untuk renovasi rumah Rara bersama bibinya melalui program rehabilitasi sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Diketahui, tempat tinggal Rara kurang laik. 

Juga, program pelatihan kerja bagi kakak Rara.

"Kakak Rara ini masih 18 tahun tapi sudah menjadi tulang punggung keluarga. Nah, kami sedang pikirkan, pekerjaan apa yang mungkin bisa dilakukan sambil sekolah oleh kakaknya," katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved