Berita Surabaya

Koleksi Busana Dansa Bernuansa Vintage ala Sinyo Nonik Belanda Karya Zriel Clothing

Belasan model cilik dan remaja pamerkan koleksi busana dansa bernuansa Vintage ala Sinyo Nonik Belanda karya Zriel Clothing.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Melia Luthfi Husnika
12 model cilik dan remaja mengikuti photoshoot dengan busana bertema Sinyo Nonik Belanda karya Zriel Clothing di Kokoon Hotel Surabaya, Sabtu (21/8/2021). Acara ini sekaligus menjadi rangkaian menyambut Surabaya Fashion Runway yang akan digelar September 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 12 model cilik dan remaja peragakan koleksi busana dansa bernuansa vintage ala sinyo dan nonik Belanda

Busana yang terdiri dari gaun, vest, rompi, celana hingga busana bermodel suspender lengkap dengan dasi kupu-kupi dan topi lebar menambah kekentalan look vintage dari busana karya Zriel Clothing tersebut. 

"Hari ini kami bawa 12 look busana yang diperagakan oleh 6 model laki-laki dan 6 model perempuan. Semuanya anak dan remaja di bawah 14 tahun," ujar Andreas Tarmin dari Zriel Clothing, Sabtu (21/8/2021). 

Ditemui di sela sesi photoshoot, Andreas Tarmin menuturkan, koleksi bertema Sinyo Nonik ini terinspirasi dari busana dansa yang kerap dipakai masyarakat Belanda di era 40-an. 

"Busana ini berlatar belakang di tahun 1940-1945. Di mana kala itu banyak anak keturunan Belanda yang disebut para sinyo dan nonik mengenakan busana serupa," jelasnya saat ditemui di Kokoon Hotel Surabaya

Andreas menuturkan, ia mengambil sisi kehidupan sinyo dan nonik di era tersebut karena tak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan Indonesia sebelum merdeka lekat dengan budaya Belanda. 

"Budaya Belanda di era 40an itu juga unik menurut saya. Maka dari itu kami ambil tema sekaligus mengenal budaya mereka seperti apa, pakaian dan pergaulannya bagaimana," katanya. 

"Salah satu budaya yang lekat di era itu adalah pesta dansa. Sesuai tema busana hari ini," imbuhnya. 

Konsep busana vintage ini, lanjutnya, mengusung warna pastel seperti biru, ungu muda, merah muda serta variasi motif putih dan kotak-kotak. 

"Untuk cutingan busana sesuai model yang dipakai oleh sinyo nonik di zamannya. Seperti model suspender set lengkap dengan dasi kupu-kupu untuk yang laki-laki," paparnya. 

Baca juga: Mengenal Tradisi Makan Kue Bulan dan Minum Teh Masyarakat Tionghoa ala Shangri-La Hotel Surabaya

Para model perempuan mengenakan dress selutut lengkap dengan aksesori topi lebar. Mereka juga mengenakan kaus kaki dan sepatu pantofel. 

"Supaya kesan noniknya lebih dapat kami pakaikan topi lebar seperti model topi pantai," ujar Andreas. 

Untuk bagian makeup, para model cilik dan remaja ini mengenakan riasan natural dan minimalis. 

"Makeupnya menyesuaikan usia, karena sebagian besar model cilik jadi minim riasan. Lebih natural," kata Ronie Parero, tim Makeup & Hairdo. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved