Berita Sidoarjo

Pemerintah Berencana Berikan Insentif kepada RT di Sidoarjo, Butuh Anggaran Sekitar Rp 57 M

Pemerintah berencana berikan insentif kepada RT di Sidoarjo, butuh anggaran sekitar Rp 57 miliar. Akan dikucurkan secara rutin.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
via Hai.grid.id
ILUSTRASI Uang - Kabar gembira bagi pengurus RT dan RW di Sidoarjo. Pemerintah sedang berencana memberikan insentif untuk mereka. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kabar gembira bagi pengurus RT dan RW di Sidoarjo. Pemerintah sedang berencana memberikan insentif untuk mereka.

Uang tunjangan itu akan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sidoarjo, dan dikucurkan secara rutin.

Menurut Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, rencana pemberian insentif kepada RT dan RW itu sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sidoarjo 2021-2026.

“Namun, dalam RPJMD tersebut yang tertulis hanya untuk RT saja. Jika pemkab mau memberikan insentif kepada RW juga, tentu itu menjadi hal yang bagus. Namun tetap harus disiapkan segala sesuatunya sejak awal. Mulai aturan dan petunjuk teknisnya,” kata Bangun, Minggu (22/8/2021).

Sejatinya, pemberian insentif kepada RT bukan hal baru di Sidoarjo.

Sebelumnya, sudah pernah dianggarkan. Namun saat ini memang sedang dihentikan.

Insentif yang diberikan untuk RT besarannya mencapai kisaran RP 6 juta per tahun. Jika ditotal, berarti butuh anggaran sekitar Rp 57 miliar. Itu hanya untuk RT saja, belum RW.

Baca juga: Pemkab Berencana Bangun Taman di Sejumlah Titik Strategis di Sidoarjo, Berikut Lokasinya!

“Jika RW juga akan diberi insentif, tentu harus disiapkan anggaran lagi,” lanjutnya.   

Pihaknya mengaku tidak keberatan, bahkan sangat setuju jika Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran untuk insentif RT dan RW. Hanya saja, politisi PAN itu mewanti-wanti agar semua disiapkan dan direncanakan secara matang.

“Jangan sampai doble anggaran. Ada di APBD tapi juga dialokasikan di ADD (anggaran dana desa), bisa rancu nanti. Makanya harus disiapkan secara matang sejak awal,” kata dia.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved