Breaking News:

Berita Malang

Mahasiswa UM Bikin Buku Cerita Anak Berbasis AR, Kenalkan Aneka Budaya Lokal Malang

Buku cerita anak dibuat oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) bertajuk Kathana Kartala, Bertamasya Ke Festival. Keunikan buku ini ada Augm

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/istimewa
Mahasiswa UM Tim Kathana Kartala dengan buku cerita anak berbasih AR yang mengangkat budaya lokal Malang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Buku cerita anak dibuat oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) bertajuk Kathana Kartala, Bertamasya Ke Festival. Keunikan buku ini berbasis Augmented Reality (AR) yang bisa dipindai ke Hp. 

"Dalam cerita buku ini mengangkat penguatan pendidikan karakter dan budaya lokal Malang," jelas Umi Nahdhiah, Ketua tim PKM Kewirausahaan yang juga penulis ceritanya pada suryamalang.com (Tribun Jatim Network), Senin (30/8/2021).

Budaya lokal yang diangkat seperti kegiatan Malang Tempo Dulu, Topeng Malang dan Malang Flower Carnival. Untuk mengangkat nilai-nilai karakter yang disampaikan, menurut mahasiswa asal Kabupaten Sidoarjo itu perlu riset.

"Jadi saat proses pembuatannya perlu riset-riset nilai karakter mana yang perlu disampaikan dalam cerita," katanya.

Ini menjadi tantangan dalam pembuatan buku yang memiliki 52 halaman ini. Tim yang tergabung mendapat tugas sendiri. Ada yang membuat ilustrasi dan AR.

Saat ini, untuk proses PKM mereka dalam tahap memasarkan produknya. Selain ke market place juga ke sekolah-sekolah dan dalam proses ke toko buku. Buku ini dijual Rp 85.000.

Alhamdullilah ada peminat dan tahap pengiriman buku untuk yang pesan buku saat ready stock," katanya.

Dikatakan, buku seri berbasis pendidikan karakter dan budaya lokal ini sejalan dengan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK yang sedang digalakkan pemerintah di tingkat SD.

Kolaborasi media buku dengan teknologi diharapkan bisa menjadi penarik bagi anak-anak yang mengalami kejenuhan dalam pembelajaran daring.

Diah, panggilan akrab mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menambahkan, dengan diberi AR, maka gawai bisa menjadi hal positif sebagai media edukasi. 

Tim Kathana Kartala merupakan kolaborasi Umi Nahdhiah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017), Siti Maimunah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017), Reza Pahlevy Kusuma Putri (Desain Komunikasi Visual 2018), Mohammad Faizal Eka Santosa (Akuntansi 2018), dan Hanif Samsu Angga Risky (Pendidikan Teknik Informatika 2017) dibawah bimbingan dosen Yuniawatika SPd MPd. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved