Berita Situbondo

Kabupaten Situbondo Zona Kuning Covid-19, Komisi I DPRD Situbondo Minta Car Free Day Dibuka

Kabupaten Situbondo zona kuning penyebaran virus Corona. Wakil ketua Komisi I DPRD Situbondo, Jainur Sastra minta car free day dibuka.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Izi Hartono
Wakil ketua komisi I DPRD Situbondo, Jamur Sastra. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Wakil ketua Komisi I DPRD Situbondo, Jainur Sastra meminta Bupati Situbondo Karna Suswandi, agar para pedagang dan Car Free Day di Alun alun kota dibuka kembali. 

Alasannya, kata Politisi Partai Demokrat ini,  karena Kabupaten Situbondo untuk penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) statusnya sudah berwana kuning. 

"Lampu didalam kota sudah hidup,  elajar tatap muka sudah dan harapan masyarakat ada kebijakan dari bupati agar perdagangan dan Car Free Day yang terpusat di Alun alun dibuka," ujar Janur Satra kepada awak Tribun Jatim Network. 

Janur menegaskan,  untuk saat ini perkembangan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur statusnya sudah banyak yang berwana kuning. 

Baca juga: Penyebaran dan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Situbondo Menurun

Untuk itu,  lanjut Janur Satra, berharap ada kebijakan kebijakan yang ikut menyesuiakan perkembangan perkembangan terkini, yaitu adanya kelonggaran kelonggaran karena  status di Kabupaten Situbondo sudah masuk warga kuning. 

"Ya tinggal kegiatan perdagangan yang diharapkan masyarakat, " kata Janur Satra. 

Janur Sastra mencontohkan seperti kegiatan di mol mol yang diatur sedemikian rupa hingga 20 persen geraian oranya. 

"Car Free Day bisa dibuka,  akan tetapi jumlahnya dikurangi. Kami mohon dibuka, tetapi menyesuaikan secara bertahap. Mudah-mudahan usulan ini diapresiasi oleh bupati dan dinas terkait, " harapnya. 

Baca juga: Polisi Borong Bendera Merah Putih Pedagang Pinggir Jalan Situbondo: Kita Berikan pada Masyarakat

Saat ditanya terkait prokes, Janur menjelaskan hal ini akan sama dengan pasar biasa dengan pengaturan jalan yang lebar dan jarak yang sesuai prokes.

"Yang dijual para pedagang itu kan dibutuhkan masyarakat, itu sama dengan toko swalayan atau supermaket, " pungkasnya. 

Berita tentang Situbondo

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved