Breaking News:

Berita Gresik

Lega, Pemilik Lahan di KEK JIIPE Dapat Ganti Rugi Sebesar Rp 25 Miliar

Pemilik lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Kecamatan Manyar mendapat ganti rugi senilai Rp 25 Mi

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Moch. Sugiyono
Lahan yang ada di KEK JIIPE yang dibayar oleh pihak PT BKMS sebesar Rp 25 Miliar, Jumat (3/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Moch Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Pemilik lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE), Kecamatan Manyar mendapat ganti rugi senilai Rp 25 Miliar, Jumat (3/9/2021).

Pembayaran itu setelah terjadi laporan ke Polda Jawa Timur terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

Wellem Mintarja selaku kuasa hukum dari Enggar Sumijaya, warga Desa Pongangan Kecamatan Manyar mengatakan, pembayaran ganti rugi tiga bidang lahan di KEK JIIPE.

Masing-masing luas bidang tanah tersebut yaitu 16,703 meterpersegi, 21,168 meterpersegi dan 6,673 meterpersegi.

Total pembayaran sebesar Rp 25 Miliar. Padahal gugatan di Pengadilan Negeri Gresik, pihak PT BKMS digugat sebesar Rp 60 Miliar.

“Atas adanya permasalahan kekurangan pembayaran dan perselisihan antara pihak pertama yaitu Saudara Enggar Sumijaya dengan pihak kedua yaitu Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola lahan KEK JIIPE, yang diwakili kuasa hukumnya. Akhirnya terjadi laporan oleh pihak pertama ke Polda Jatim. Dari laporan tersebut, muncul perdamaian antara kedua belah pihak. Dimana pihak kedua bersedia membayar penjualan tanah yang total pembayarannya sebesar Rp 25 Miliar. Padahal kita gugat sebesar Rp 60 Miliar,” kata Wellem Mintarja.

Lebih lanjut Wellem Mintarja mengatakan, teknis pembayaran ganti rugi tanah tersebut dilakukan secara dua tahap.

“Tahap pertama sebesar 50 persen, yaitu sebanyak Rp 12,5 Miliar dan tahap kedua Rp 12,5 Miliar,” katanya.

Sementara kuasa hukum PT BKMS yaitu Dr Sudiman Sidabukke mengatakan, senang atas perdamaian antara para pihak sudah selesai.

“Atas perdamaian antara para pihak, kami senang aja. Kita minta dituangkan dalam akta perdamaian,” kata Sudiman Sidabukke, saat di Pengadilan Negeri Gresik.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved