Berita Lamongan
Rutinitas Warga Weduni Deket Lamongan Setiap Musim Kemarau Harus Pindahkan Jenazah Secara Massal
Pemindahan jenazah secara massal yang berada di lokasi makam dusun Kudu untuk jenazah yang dimakamkan pada bulan Desember hingga Mei saat musim hujan
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Newtrok, Hanif Mansuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Bisa dipastikan, warga Dusun Kudu Desa Weduni Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan Jawa Timur setiap tahun punya agenda untuk memindahkan jenazah.
Pemindahan jenazah secara massal yang berada di lokasi makam dusun Kudu untuk jenazah yang dimakamkan pada bulan Desember hingga Mei, saat musim banjir yang bersifat sementara.
Dan pada kemarau seperti saat ini, jenazah itu dipindahkan, seperti yang dilakukan pada Sabtu (4/9/2021).
Kepala Dusun (Kasun) Kudu Desa Weduni, Nasim Hadi Prayitno (45) mengungkapkan, bahwa pemindahan jenazah ini teragenda rutin dilakukan oleh warga setempat tiap setahun sekali, dikarenakan lokasi makam kerap tergenang air.
"Hari ini ada 5 jenazah yang dipindahkan, terdiri dari 4 jenazah dalam satu liang lahat yang besar, dan 1 jenazah yang dimakamkan sendiri, " kata Nasim kepada wartawan.
Baca juga: Warga Temukan Beberapa Koin Kuno, Sebagian Pindah Tangan Dijual, Ini Tanggapan Disparbud Lamongan
Kegiatan ini murni swadaya dari warga sendiri yang dilakukan setiap kali kawasan makam tergenang air. Biasanya bulan Desember hingga Mei, kawasan makam umum kerap digenangi air," ungkapnya.
Dan jika musim penghujan itu ada yang meninggal, maka dimakamkan di lokasi sementara dan baru dipindahkan saat musim kemarau.
Nasim menyebutkan, dari 5 jenazah yang dipindahkan hari ini, diantaranya ada yang meninggal sekitar 3 sampai 5 bulan lalu.
Mereka itu adalah jenazah yang akan dimakamkan sementara di tempat yang disebut penampungan, masing-masing telah dimasukkan ke peti mayat yang dibuat sendiri oleh warga setempat.
Nah, ketika masuk musim kemarau seperti saat ini, barulah dipindahkan ke lokasi pemakaman umum, terpusat.
"Sebenarnya tempat penampungan bagi jenazah yang dimakamkan sementara itu kapasitasnya hanya untuk 3 jenazah saja. Namun, saat itu yang meninggal lebih dari 3 dan lokasi makam masih tergenang, maka terpaksa harus ditempatkan di tempat itu juga," ungkapnya.
Tak hanya itu, Nasim menambahkan, pada tahun 2011 silam, ada 9 warga dusun yang meninggal dan dimakamkan sementara di tempat penampungan.
"Saat tahun 2011, banjir pernah menggenangi kawasan makam dengan waktu yang cukup lama. Saat itu ada 9 jenazah sekaligus yang ditempatkan di penampungan ini, petinya ditata berdekatan dan harus ditumpuk, lalu diberi pasir," katanya.
Nasim dan warga dusun setempat mengharapkan akan ada bantuan dari pemerintah agar segera ada pelebaran jalan menuju makam dan pengurugan tanah di kawasan makam.
Sehingga ke depan warga yang meninggal bisa langsung dikebumikan meski saat musim hujan.