Berita Kabupaten Malang

Gus Idris Buat Konten Tampilkan Zina, Tokoh Masyarakat Kabupaten Malang Sebut Tak Pantas: Kecewa

Gus Idris membuat konten yang menampilkan zina, tokoh masyarakat Kabupaten Malang sebut tak pantas: Jujur saya kecewa.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
YouTube GUS IDRIS OFFICIAL
Konten di channel YouTube Idris Al Marbawy alias Gus Idris yang dinilai mengandung unsur pornografi, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lagi-lagi Idris Al Marbawy alias Gus Idris membuat konten yang membuat heboh media sosial.

Kali ini yang mendapat gelombang protes adalah konten yang dinilai mengandung unsur pornografi.

Konten berjudul AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS menampilkan sesosok dua sejoli sedang berhubungan suami istri.

Video yang berdurasi kurang lebih 50 menit tersebut menampilkan secara jelas dua sejoli saling tumpang tindih di atas kasur. Badan keduanya ditutupi dengan selimut.

Tayangan tersebut mengisahkan seorang pria tidak bisa melepaskan alat kelaminnya dari pasangan wanitanya akibat berhubungan badan di luar nikah.

Perwakilan Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, Zulham Mubarak mengaku merasa kecewa dan menyesalkan tindakan Gus Idris, karena dinilai tidak mencerminkan tindakan bijak tokoh agama.

Zulham mengatakan, beberapa bulan lalu memang Gus Idris sempat minta maaf ke ulama-ulama Nahdlatul Ulama.

Idris juga berjanji akan memberikan dakwah melalui konten videonya dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.

"Namun, sekarang hasilnya bagaimana dia membuat ulah lagi. Jujur saya kecewa dengan video terakhir Idris ini," papar Zulham.

Zulham menilai karya Idris telah melenceng dari ajaran dan tradisi Nahdlatul Ulama.

Dia bahkan menyebut Idris melanggar janjinya sendiri bahwa akan berdakwah dengan cara Nahdlatul Ulama yang santun.

"Lah ini bagaimana ngaji di depan orang yang begitu. Kan melenceng dari syariat Islam dan juga budaya Indonesia. Ini sudah melenceng, dulu maaf-maaf dan janji sekarang begini lagi. Saya juga belum menarik aduannya di polisi," ujarnya geram.

Sebagai seorang penggiat literasi media, Zulham mendapat pertanyaan keheranan dari netizen melalui akun Facebook-nya.

"Banyak yang tanya katanya sudah dimaafkan. Tapi kok kelakuannya gini. Itu viral loh sampai 10 juta tayangan di Facebook. Lah saya bingung juga," kata Zulham.

Baca juga: Polres Malang Tetapkan Gus Idris Jadi Tersangka Kasus Video Settingan Penembakan Ulama

Zulham kembali meminta Polres Malang melakukan penahanan terhadap Idris.

Gelombang protes juga dilontarkan GP Ansor Kabupaten Malang.

Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim menilai tayangan tersebut jelas tidak pantas dipublikasikan.

"Itu kan termasuk video asusila yang secara undang-undang tidak boleh terpublikasi," kritik Husnul.

Husnul mengaku tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan konten yang dibuat Gus Idris itu ke Polres Malang.

"Konten itu masih kita kaji berdasarkan perspektif hukumnya. Yang pasti laporan yang akan kami buat seputar pelanggaran UU ITE," katanya.

Sebelumnya, Gus Idris pernah terlibat kasus hoaks akibat mempublikasikan konten video seolah-olah terkena senjata api dalam kanal YouTube-nya. Padahal, berdasarkan penyelidikan polisi terbukti penembakan itu tidak benar alias hoaks.

Akibat ulahnya, Gus Idris ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pelanggaran UU ITE.

Polisi tidak melakukan penahanan dengan alasan Gus Idris kooperatif atas penyelidikan polisi.

Alasan lainnya yakni Idris merupakan tulang punggung Pondok Pesantren Thoriqul Jannah yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Di sisi lain, Juru Bicara Gus Idris, Yan Firdaus tak menggubris telepon wartawan yang ingin mengkonfirmasi terkait video tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved