Breaking News:

Berita Jatim

Khofifah Waspadai Masuknya Covid-19 Varian Mu ke Jatim, Minta Tambahan Alat Sequencing untuk Deteksi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewaspadai masuknya varian baru virus corona B1621 atau Mu ke Indonesia dan Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewaspadai masuknya varian baru virus Corona B1621 atau Mu ke Indonesia dan Jawa Timur

Selain dengan terus  mengedukasi protokol kesehatan, Pemprov Jatim juga terus mengetatkan protokol khususnya pada kedatangan tenaga migran yang pulang ke Jawa Timur

Lantaran ingin memastikan bahwa tidak ada varian baru yang masuk ke Jatim lewat tenaga migran, setiap tenaga migran yang pulang ke Jatim hingga saat ini diterapkan swab PCR, dan disiapkan isolasi terpusat, agar mereka dikarantina selama 8 hari sebelum dipastikan aman dan tidak membawa virus saat pulang ke kampung halaman. 

"Kita hari ini terkonfirmasi dan harus mewaspadai bersama bahwa ada varian baru covid-19 yaitu varian Mu, tentu kita berharap varian baru ini tidak masuk Indonesia, tapi mobilitas dan interaksi antar bangsa itu tinggi sekali," kata Khofifah, Kamis (9/9/2021).

Oleh sebab itu, saat ini di Jawa Timur sudah disiapkan Asrama Haji sebagai isolasi terpusat bagi para tenaga migran yang baru kembali dari luar negeri. Sistem isolasi ini diterapkan sejak kewaspadaan masuknya varian delta.

Pasalnya sejak bulan April lalu hingga saat ini setiap hari selalu ada ratusan pekerja migran yang masuk ke Jatim lewat jalur udara. Dan mereka langsung dilakukan isolasi di Asrama Haji. 

Baca juga: DPRD Jember dan Bupati Jember Sepakati Perda RPJMD Jember 2021 - 2026

Begitu tiba di Jatim mereka akan langsung diswab PCR dan menunggu sampai hasil keluar di Asrama Haji tersebut. Jika hasilnya negatif, mereka akan dijemput dan dikawal oleh Pemkab masing-masing dan melakukan tes usap ulang di daerahnya. Begitu hasilnya positif maka baru boleh kembali ke kampung halamannya masing-masing.

"Nah kalau ada yang positif hasil swabnya, dan CT nya di bawah 20 mereka akan langsung dilakukan genome sequencing. Nah kendalanya adalah alat untuk genome sequencing laboratorium biosafety level 3 (BSL 3) di Jatim baru ada 1 yaitu di ITD Unair," tegas Khofifah. 

Padahal untuk bisa melakukan deteksi dengan cepat sehingga antisipasi yang dilakukan juga bisa dipercepat, maka dibutuhkan alat uji dan tes yang memadai. Termasuk jumlahnya yang mencukupi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved