Breaking News:

Berita Jember

Pemkab Jember Gelontor 1.000 Ton Beras Bagi Warga Terdampak Pandemi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali melakukan pengadaan beras untuk bantuan sosial warga terdampak pandemi Covid-19

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sri Wahyunik
Imam Sudarmaji, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali melakukan pengadaan beras untuk bantuan sosial warga terdampak pandemi Covid-19.

Pengadaan kedua ini menggenapi pengadaan gelombang pertama. Pengadaan tahap kedua ini 500 ton.

Seperti sebelumnya ditulis Surya, jika Pemkab Jember mengalokasikan bantuan beras untuk 100 ribu orang. Setiap keluarga penerima mendapatkan bantuan 10 Kg beras.

Artinya Pemkab Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) melakukan pengadaan beras sebanyak 1.000 ton.

Pendanaan pengadaan beras itu memakai anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Jember tahun 2021 senilai Rp 10 miliar.

Baca juga: Sebagian Lahan Frontage Road di Sidoarjo Mulai Dibangun, Bagian Lain Belum Dibebaskan

Pengadaan pertama sebanyak 500 ton sudah selesai dilakukan, dan pekan ini kembali membeli beras tahap kedua sebanyak 500 ton.

"Seluruh data sudah kami terima, juga sudah melewati verifikasi dan validasi. Angka terakhir ketemu data 82 ribu orang. Jadi dengan angka sebelumnya, target 100 ribu KPM tercapai, bahkan lebih," ujar Plt Kepala DTPHP Kabupaten Jember Imam Sudarmaji, Jumat (10/9/2021).

Beras tersebut kembali dibeli dari petani, melalui delapan unit usaha penyedia. Unit usaha itu berupa Gapoktan dan KUD.

"Kami belinya beras petani, dan kami distribusikan untuk warga Jember," tegas Imam.

Distribusi beras bantuan tersebut ditargetkan selesai akhir September ini. Pendistribusian beras juga dilakukan oleh pihak Gapoktan, bersama dengan instansi terkait.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Jember David Handoko Seto berharap, penyerapan beras dari petani Jember itu tidak hanya untuk bantuan beras bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

"Saat ini memang masih untuk warga terdampak pandemi. Kami berharap ini bisa berlanjut, seperti untuk program BPNT, atau bantuan lain yang di dalamnya ada beras. Sebaiknya menyerap gabah dan beras dari petani Jember, sehingga lebih memberdayakan," tegas David.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved