Breaking News:

Berita Gresik

Tunggu BPCB Identifikasi Petirtaan Era Majapahit di Gresik Sebelum Dijadikan Wisata Desa

Temuan diduga sebuah tempat petirtaan atau padusan di era Kerajaan Majapahit di Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik masih

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Petirtaan kerajaan Majapahit di Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Selasa (14/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIKTemuan diduga sebuah tempat petirtaan atau padusan di era Kerajaan Majapahit di Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik masih belum dikunjungi Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Warga menunggu BPCB untuk melakukan pengerukan tanah yang diduga sebagai petirtaan era Majapahit.

Pasalnya, di lokasi tersebut akan dijadikan sebuah wisata desa Sumberame. Para pemuda setempat bergantian menjaga lokasi petirtaan yang berada di tengah hamparan lahan tebu itu. Sejumlah batu bata dengan ukuran besar dan panjang lengkap dengan garis jari disusun rapi di bawah pohon beringin berusia ratusan tahun.

Termasuk batu lumpang yang berhasil dievakuasi mengguanakan alat berat, saat pertama kali ditemukan petirtaan pada Kamis (9/9/2021) lalu. 

Warga yang menjaga petirtaan tersebut, Nur Silam (47) mengaku telah melaporkan temuan benda bersejarah ini kepada Disparbud dan BPCB. Dari Disparbud sudah datang, sedangkan BPCB masih belum. Pria yang mencetus adanya wisata desa di petirtaan tersebut menunggu kedatangan BPCB untuk mengetahui lebih lanjut.

“Kami menunggu BPCB untuk melakukan pengerukan lagi. Karena petirtaan ini masih memanjang dan pemuda disini sepakat ini menjadi potensi wisata desa,” kata dia saat di lokasi, Kamis (16/9/2021).

Kondisi petirtaan yang berada di bawah pohon beringin berusia ratusan tahun itu jika dibiarkan akan terkesan angker. Oleh sebab itu, para pemuda setempat ingin menjadikan wisata desa, wisata sejarah leluhur zaman Majapahit.

Dikatakannya, adanya petirtaan dan batu lumpang merupakan ciri-ciri peninggalan zaman kerajaan Majapahit. Ditambah lagi, wilayah setempat juga berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto.

Penemuan padusan era kerajaan Majapahit ditemukan tidak sengaja oleh warga yang ingin menggali sumber mata air yang tidak pernah kering itu.

Rencananya untuk waduk berukuran 12 X 8 meter. Setelah menggali sedalam 2 meter lebih, alat berat tiba-tiba membentur benda keras. Setelah diperiksa ternyata ditemukan batu bata kuno dengan ciri-ciri saat era Majapahit. 

Baca juga: Konsleting Listrik Kembali Menjadi Penyebab Kebakaran, Toko Buah di PPS Gresik Terbakar

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved