Breaking News:

Berita Jatim

Potensi Gelombang Tsunami Setinggi 28 Meter Ancam Pacitan, Ini Upaya BMKG

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) stasiun Geofisika Pasuruan, Suwarto, menyampaikan

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Ilustrasi gelombang tinggi 

"Karena ketika dilanda gempa besar, berhadapan langsung dengan Zona Megathrust atau zona tumbukan lempeng yang ada di selatan Jawa. Tetapi tidak perlu panik berlebihan karena memang sebenarnya hampir semua wilayah Indonesia berpotensi gempa. Kemudian potensi tsunami juga banyak, jadi kalau secara umum mulai dari barat Sumatra, Aceh, sampai timur,hampir sebagian besar wilayah berpotensi," imbuhnya.

Hasil penelitian tersebut masih menjadi pr bagi BMKG. Lantaran memang masih sebatas studi ilmiah walaupun tidak menampik bencana alam tersebut akan terjadi atau tidak. Tetapi, ini adalah hasil penelitian yang dijadikan sebuah pedoman.

"Tujuannya lebih ke arah mitigasi untuk mempersiapkan skenario terburuk terjadi. Tetapi pemahaman masyarakat masih kurang, seolah olah ini prediksi dan akan terjadi dalam waktu dekat. Ini yang perlu kami beri pemahaman kepada masyarakat bahwa lebih cenderung ke mitigasi untuk persiapan pemerintah," ucapnya.

Dari BMKG sendiri sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni, kegiatan kegiatan yang menyentuh masyarakat langsung seperti Sekolah Lapang Gempa Bumi. BMKG Goes to School menyasar anak sekolah di pinggir pantai. 

"Sosialisasi juga gencar di media massa. Serta koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, BNPB, yang sekiranya berpotensi bencana alam," katanya.

Suwarto menghimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami khususnya di pantai, perlu disiapkan adalah mitigasi atau langkah untuk mengantisipasi seandainya bencana alam terjadi.

"Pengalaman atau sejarah sudah sering terjadi gempa dan tsunami. Yang perlu dipersiapkan adalah diri kita apabila terjadi gempa dengan kekuatan skala magnitudo berapapun, jauhi dari pantai. Tidak perlu menunggu instruksi dari BMKG. Begitu ada gempa besar atau kecil jauhi pantai. Kalau langkah mitigasi sudah terbiasa, maka dibutuhkan dan dibudayakan peningkatan pemahaman tentang gempa bumi serta tsunami," pungkasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved