Berita Jatim

DPRD Jatim Optimistis Pariwisata Tumbuhkan Sektor Ekonomi, Kuncinya Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Komisi B DPRD Jatim optimistis pembukaan pariwisata dapat linier dengan meningkatnya perekonomian

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Komisi B DPRD Jatim saat melakukan monitoring bersama beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi B DPRD Jatim optimistis pembukaan pariwisata dapat linier dengan meningkatnya perekonomian.

Sehingga, kalangan legislatif mewanti-wanti seluruh pihak agar terus memperhatikan protokol kesehatan untuk dijalankan dengan ketat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Mahdi mengatakan dibukanya kembali sektor pariwisata tentu menjadi angin segar. 

Apalagi, selama beberapa waktu belakangan sektor ini menjadi diantara yang terdampak hebat lantaran pandemi yang tinggi.

"Dengan dibukanya kembali, tentu menjadi harapan baru untuk bangkitnya ekonomi melalui pariwisata," kata Mahdi, saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Antisipasi Tawuran Pecah, Polsek Sukolilo Amankan Seorang Pemuda Bawa Samurai

Mahdi mengungkapkan, tentu saat pariwisata tutup, dampaknya tidak melulu pada tempat wisatanya semata.

Banyak sektor ekonomi yang turut terdampak. Sebab, biasanya di sekitar tempat wisata ada UMKM atau mereka yang menggantungkan mata pencaharian lewat jasa.

Sehingga, menurut Mahdi dibukanya kembali ini menjadi harapan baru bagi mereka. 

Sekalipun demikian, Mahdi berharap campur tangan pemerintah untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata. Misalnya promosi dan lain sebagainya.

"Mungkin juga harus ada support untuk fasilitas yang ada," tambah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Yang pasti kata Mahdi, pihaknya juga berharap segala ketentuan terkait protokol kesehatan harus dapat diperhatikan betul oleh seluruh pihak.

Jangan sampai euforia hingga abai terhadap berbagai ketentuan yang mengiringi dibukanya kembali sektor pariwisata.

"Para pelaku wisata harus juga memperhatikan terkait dengan prokes, jangan sampai dengan dibuka kemudian menjadi klaster lalu bisa ditutup lagi," ungkapnya menambahkan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa destinasi wisata di Jatim secara terbatas dan bertahap akan kembali dibuka. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved