Breaking News:

Berita Gresik

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Kakek di Gresik Dituntut Penjara 9 Tahun dan Denda Rp 10 Juta

Terdakwa M (76), warga Kecamatan Wringinanom, Gresik dituntut hukuman penjara selama 9 tahun dan denda Rp 10 Juta subsider 3 bulan kurungan oleh

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
Tribunnews.com
Ilustrasi pencabulan terhadap anak di bawah umur di Gresik 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Terdakwa M (76), warga Kecamatan Wringinanom, Gresik dituntut hukuman penjara selama 9 tahun dan denda Rp 10 Juta subsider 3 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik, Selasa (28/9/2021). Tuntutan hukuman seberat itu atas dugaan perbuatan pencabulan terhadap anak-anak

Jaksa penuntut Umum Arga Bramantyo mengatakan, terdakwa M terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang, juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. 

“Menuntut, supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M dengan pidana penjara selama Sembilan tahun dan denda sebesar Rp 10 Juta subsider tiga bulan kurungan,” kata Jaksa Arga, menggantikan Jaksa Nurul Istiana. 

Tuntutan hukuman berat tersebut, diduga atas perbuatan terdakwa pada bulan Juni 2020, pukul 19.00 WIB, melakukan tipu muslihat terhadap anak di bahwah umur untuk melakukan perbuatan asusila. Korban dibujuk rayu dengan diiming-iming akan dibelikan bakso, kalung dan gelang. Sampai akhirnya, terdakwa bisa melampiaskan hawa nafsunya. 

Baca juga: Rumah Plt Bupati Probolinggo Turut jadi Sasaran Penggeledahan Penyidik KPK

Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa M, yaitu Agus Djunaidi dari Posbakum Fajar Trilaksana mengatakan, akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada persidangan pekan depan. “Kita akan menyampaikan pembelaan secara tertulis dan disampaikan dalam persidangan pekan depan. Intinya, terdakwa sudah tua dan hukumannya terlalu berat,” kata Agus. 

Sidang secara tertutup yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Ida Ayu S ditunda pekan depan. (ugy/Sugiyono).

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved