DPRD Gresik Minta Alat Pemantau Kualitas Udara Bisa Diakses Warga secara Real Time
Komisi III DPRD Gresik meminta agar alat pemantau kualitas udara dapat diakses publik secara langsung atau real time.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Komisi III DPRD Gresik meminta agar alat pemantau kualitas udara dapat diakses publik secara langsung atau real time.
- Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan bahwa transparansi data kualitas udara sangat penting.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, WIlly Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Komisi III DPRD Gresik mendorong keterbukaan informasi lingkungan.
Mereka meminta agar alat pemantau kualitas udara dapat diakses oleh publik secara langsung atau real time.
Baca juga: Identitas Jasad Pria di Sungai Megaluh Belum Terungkap, Diduga Datang dari Luar Daerah
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan bahwa transparansi data kualitas udara sangat penting.
Menurutnya, agar masyarakat mengetahui kondisi lingkungan secara aktual.
"Kami meminta agar alat indikator kualitas udara bisa diakses publik. Jadi masyarakat bisa tahu kondisi udara secara real time, saat itu juga," kata Hamdi, sapaan akrabnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Terutama di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik.
Dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2025 tersebut, Komisi III mencatat dari 10 indikator lingkungan hidup, sebanyak 9 indikator telah mencapai target.
Namun, indeks kualitas udara masih belum memenuhi target yang ditetapkan.
"Target kualitas udara itu 77, tapi realisasinya baru 73. Ini menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki," tegasnya.
Indeks kualitas air melampaui target, dari 61 menjadi 67.
Indeks kualitas lahan juga meningkat, dari 47 menjadi 49.
Hamdi menjelaskan, belum tercapainya target kualitas udara dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti minimnya ruang terbuka hijau (RTH) serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas industri.
"Perlu sinergi antara pemerintah dan pihak swasta untuk menambah ruang terbuka hijau. Selain itu, pengawasan terhadap pabrik juga harus lebih ketat," imbuhnya.
| Oknum Anggota DPRD Gresik Diduga Minta Jatah Rumah Murah Saat Sidak di Perumahan The Oso |
|
|---|
| Dewan Dukung Penerapan Jam Operasional Kendaraan Berat di Gresik untuk Atasi Kemacetan |
|
|---|
| Hasil Sidak Anggota DPRD Soal Perbaikan Ruas Jalan di Gresik Selatan, ini Catatan Pentingnya |
|
|---|
| DPRD Gresik Soroti Limbah Kaca Ilegal di Dekat TPS3R Bungah: Fatal dan Arogan |
|
|---|
| Komisi III DPRD Gresik Sidak Pengerjaan Ruas Jalan di Gresik Selatan, Begini Hasilnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/suasana-di-Kabupaten-Gresik-Minggu-1242025.jpg)