DPRD Jatim Minta Kasus Penipuan CPNS di Gresik Diusut Tuntas, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

DPRD Jawa Timur mendesak pengusutan tuntas kasus penipuan rekrutmen PNS di Kabupaten Gresik yang merugikan sejumlah korban

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra
USUT TUNTAS KASUS SK ASN PALSU - Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi saat ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu. Politisi Partai Golkar ini ikut mendorong agar kasus penipuan rekrutmen PNS di Kabupaten Gresik diusut hingga tuntas, Selasa, (14/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim mendesak kasus penipuan rekrutmen PNS di Gresik diusut tuntas. 
  • Korban diduga membayar Rp70 juta hingga Rp150 juta untuk SK palsu. 
  • Masyarakat diminta waspada terhadap modus lolos PNS tanpa tes.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mendesak pengusutan tuntas kasus penipuan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Gresik yang merugikan sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah.

Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi mendukung penuh upaya hukum yang kini ditempuh untuk penanganan kasus penipuan ini. 

“Harus diusut tuntas,” kata Sumardi kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (13/4/2026). 

Baca juga: Kades & Lurah Jadi Korban Penipuan SK ASN Palsu di Gresik, Tiap Korban Kadung Setor Ratusan Juta

Terungkap dari Dokumen SK Diduga Palsu

Kasus penipuan ini terungkap bermula setelah para korban mendatangi Kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Gresik pekan lalu. 

Mereka membawa dokumen SK pengangkatan PNS dan PPPK namun diduga palsu. Kasus ini lantas viral apalagi diketahui korbannya bukan cuma satu orang.

Baca juga: Kasus SK ASN Palsu, Kepala BKPSDM Gresik Lapor ke Polres karena Namanya Dicatut di Dokumen Penipuan

Informasinya, para korban membayar atau menebus SK tersebut dengan nominal mulai dari 70 juta hingga 150 juta. 

Modus Janji Lolos Tanpa Tes

Modusnya, para korban itu ditawari oleh terduga pelaku menawarkan kelulusan tanpa tes atau tanpa prosedur yang resmi dengan memanfaatkan formasi yang kosong.

Lantaran kasus ini sudah masuk di ranah kepolisian, Sumardi terus mendorong agar dilakukan pengusutan tuntas. Tentu saja, harapannya tidak ada lagi korban semacam ini. Harus ada efek jera. 

Imbauan Waspada bagi Masyarakat

“Biar menjadi pelajaran bagi pelaku dan masyarakat,” ungkapnya. 

Lebih jauh, politisi Golkar ini pun meminta agar masyarakat menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran. 

Jangan tergiur iming-iming yang menjanjikan masuk PNS dengan membayar sejumlah uang. Sumardi tidak ingin masyarakat tertipu oleh modus semacam ini. 

“Masyarakat harus lebih hati-hati bila ada tawaran-tawaran dari oknum atau orang  yang mengaku bisa menjadi ASN dengan minta imbalan uang,” tegasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved