DPRD Jatim Minta Kasus Penipuan CPNS di Gresik Diusut Tuntas, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah
DPRD Jawa Timur mendesak pengusutan tuntas kasus penipuan rekrutmen PNS di Kabupaten Gresik yang merugikan sejumlah korban
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mendesak pengusutan tuntas kasus penipuan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Gresik yang merugikan sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah.
Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi mendukung penuh upaya hukum yang kini ditempuh untuk penanganan kasus penipuan ini.
“Harus diusut tuntas,” kata Sumardi kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Kades & Lurah Jadi Korban Penipuan SK ASN Palsu di Gresik, Tiap Korban Kadung Setor Ratusan Juta
Terungkap dari Dokumen SK Diduga Palsu
Kasus penipuan ini terungkap bermula setelah para korban mendatangi Kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Gresik pekan lalu.
Mereka membawa dokumen SK pengangkatan PNS dan PPPK namun diduga palsu. Kasus ini lantas viral apalagi diketahui korbannya bukan cuma satu orang.
Baca juga: Kasus SK ASN Palsu, Kepala BKPSDM Gresik Lapor ke Polres karena Namanya Dicatut di Dokumen Penipuan
Informasinya, para korban membayar atau menebus SK tersebut dengan nominal mulai dari 70 juta hingga 150 juta.
Modus Janji Lolos Tanpa Tes
Modusnya, para korban itu ditawari oleh terduga pelaku menawarkan kelulusan tanpa tes atau tanpa prosedur yang resmi dengan memanfaatkan formasi yang kosong.
Lantaran kasus ini sudah masuk di ranah kepolisian, Sumardi terus mendorong agar dilakukan pengusutan tuntas. Tentu saja, harapannya tidak ada lagi korban semacam ini. Harus ada efek jera.
Imbauan Waspada bagi Masyarakat
“Biar menjadi pelajaran bagi pelaku dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, politisi Golkar ini pun meminta agar masyarakat menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran.
Jangan tergiur iming-iming yang menjanjikan masuk PNS dengan membayar sejumlah uang. Sumardi tidak ingin masyarakat tertipu oleh modus semacam ini.
“Masyarakat harus lebih hati-hati bila ada tawaran-tawaran dari oknum atau orang yang mengaku bisa menjadi ASN dengan minta imbalan uang,” tegasnya.
| Ramalan Cuaca Jatim 7 Juni 2026, Cerah Mendominasi, Sejumlah Wilayah Berawan |
|
|---|
| Hasan Nasbi Sebut Dadan Kepercayaan dan Orang Titipan Prabowo Sejak Zaman Jokowi |
|
|---|
| Menteri ESDM Bahlil Janji Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Breaking News: Bidan di Situbondo Diduga Dibunuh Suami, Jasad Dibuang di Drainase Jalur Pantura |
|
|---|
| Jadwal Pendaftaran Guru PPPK Sekolah Rakyat untuk 3.053 Formasi, Simak Syarat dan Kriteria Pelamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-A-DPRD-Jatim-Sumardi-soal-sk-asn-palsu.jpg)