Breaking News:

Berita Kota Batu

Optimalisasi Penerimaan Pajak, Pemkot Batu Akan Masifkan Pemasangan Tapping Box

Untuk optimalisasi penerimaan pajak daerah, Pemkot Batu akan memasifkan pemasangan tapping box atau alat perekam transaksi.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Untuk optimalisasi penerimaan pajak daerah perlu dilakukan upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak daerah. Satu di antaranya melalui pemasangan alat perekam transaksi usaha atau tapping box.

Saat rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pendapatan pajak daerah Kota Batu dinilai belum maksimal. Hingga September 2021 ini baru terealisasi Rp 71 miliar atau 47,87 persen. 

Realisasi tertinggi diperoleh dari pajak reklame, dari target Rp 1 miliar saat ini sudah terealisasi sebesar Rp 1,2 miliar atau 126 persen. Sedangkan untuk pendapatan terendah berasal dari pajak hiburan. Dari target Rp 30 miliar baru terealisasi Rp 5 miliar atau 17 persen. 

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menerangkan, berdasarkan hasil monitoring center for prevention (MCP) KPK, pemasangan tapping box bisa memberi solusi untuk peningkatan perolehan pajak.

"Pemasangan tapping box difasilitasi Bank Jatim sebagai CSR kami. Beberapa sudah dipasang di tempat usaha hotel, hiburan, restoran dan parkir," beber Punjul, Senin (27/9/2021).

Pemasangan tapping box sebenarnya sudah dilakukan Pemkot Batu di beberapa hotel, restoran dan tempat hiburan sejak tahun 2018 lalu. Rinciannya 4 hotel, 9 restoran dan 3 tempat hiburan. Lalu pada tahun 2019 ada 17 hotel, 2 restoran, 1 tempat hiburan dan 3 tempat parkir. Pada tahun 2020 ada 6 hotel, 5 restoran dan 1 tempat hiburan terpasang tapping box

Untuk mengoptimalkan pendapatan pajak, pada bulan September ini Pemkot Batu akan memasang 12 tapping box. Lalu bulan Oktober mendatang akan dilanjutkan pemasangan 74 tapping box di restoran dan kafe yang ada di Kota Batu

Agar pemasangan berjalan lancar dan tapping box berfungsi maksimal, Pemkot Batu terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada 74 pemilik restoran dan kafe yang akan dipasang tersebut. 

Baca juga: Lima Desa Wisata di Kota Batu Akan Dibuka, Pemkot Bantu Lengkapi Sarana Penunjang

"Ke depan, bukan hanya 74 restoran itu saja yang akan dipasang, namun seluruh restoran dan kafe yang ada di Kota Batu akan dipasang tapping box secara bertahap," katanya. 

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Batu, Dyah Lies mengatakan, untuk jumlah keseluruhan restoran dan kafe di Kota Batu yang akan dilakukan pemasangan tapping box sebanyak 332. 

"Untuk saat ini, yang sudah kami pasang ada 44 buah. Bulan ini akan ada 12 tempat yang dilakukan pemasangan. Lalu Oktober ada 74 restoran dan kafe yang akan kami pasang," bebernya. 

Dia menjelaskan, pemasangan tapping box itu berfungsi untuk meminimalisir kebocoran pajak. Karena melalui tapping box tersebut pemasukan pada setiap tempat usaha akan terus terekam.

Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi juga meminta agar optimalisasi pajak dilakukan. Pasalnya, PAD Kota Batu turun Rp 99 miliar. Turunnya PAD itu dinilai Asmadi akibat dari kurang efektifnya pelaksanaan penarikan pajak dan retribusi. 

"Istilahnya Pemkot Batu harus jemput bola. Banyak tempat-tempat yang berpotensi di Kota Batu, itu harus dimaksimalkan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved