Breaking News:

Berita Probolinggo

Penjelasan Kapolresta Probolinggo Terkait Pasal KDRT yang Disangkakan Pelaku Bakar Istri dan Anak

Penjelasan Kapolresta Probolinggo terkait pasal KDRT yang disangkakan pada pelaku bakar istri dan anak hidup-hidup.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Kapolresta Probolinggo, AKBP RM Jauhari menunjukkan barang bukti suami bakar istri dan anak hidup-hidup, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Seorang suami di Probolinggo bakar istri dan anak hidup-hidup disangkakan pasal berlapis, salah satunya Pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004, Tentang Penghapusan KDRT.

Padahal pelaku, Adi Susanto (31) dengan korban SM (31) berstatus nikah siri.

Seperti diketahui, nikah siri tidak diakui oleh negara.

Apakah pasal tersebut tetap bisa menjerat pelaku?

Kapolresta Probolinggo, AKBP RM Jauhari, mengatakan, meski menikah siri, keduanya tinggal serumah.

Hal itulah yang membuat kasus ini memenuhi unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sehingga, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004, Tentang Penghapusan KDRT.

"Menurut keterangan pelaku, mereka tinggal serumah. Alhasil masuk KDRT," katanya, Jumat (1/10/2021).

Selain pasal tersebut, pelaku juga disangkakan Pasal 80 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014, Tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 351 Ayat 2 KUHP, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved