Breaking News:

Berita Malang

Begini Cara Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat Memanfaatkan Limbah Kulit Durian

Limbah kulit durian dimanfaatkan sebagai kombinasi bahan pembuatan krim anti jerawat oleh lima mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya (UB).

Surya/sylvianita widyawati
Limbah kulit durian dimanfaatkan sebagai kombinasi bahan pembuatan krim anti jerawat. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Limbah kulit durian dimanfaatkan sebagai kombinasi bahan pembuatan krim anti jerawat oleh lima mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya (UB).

Mereka adalah Putri Ayu Maharani, Nur Khasanah, Annindea Erza N, Dzurrotin Qurrota A dan Dita Rahmaningtyas.

Kelima mahasiswa UB tersebut dibimbing oleh Zubaidah Ningsih AS, SSi MPhil PhD untuk membuat krim anti jerawat yang dikombinasikan dengan bahan dasar limbah kulit buah durian.

"Pada masa pandemi banyak keluhan tentang masalah kulit berjerawat. Maka kami membuat krim anti jerawat. Ada yang memakai bahan antibiotik. Padahal ada dampak jangka panjangnya," jelas Putri Ayu, Senin (4/10/2021).

Bagian yang diambil dari limbah kulit buah durian adalah bagian putihnya dan dibersihkan. Lalu dipotong-potong tipis pada bagian dalam kulitnya dan di oven pada suhu 60 derajat celcius selama 2x24 jam.

Baca juga: Balap Liar di Jalan Ahmad Yani Kota Malang Disergap Polisi, 65 Kendaraan Diamankan

Setelah itu dilakukan penghalusan memakai blender dan diayak. Kemudian diekstrasi secara maserasi dan mendapatkan ekstrak kulit buah durian.

Sejauh ini krim untuk jerawat ini masih masih belum diproduksi banyak karena masih perlu proses pengujian/penelitian lebih lanjut jika untuk dipasarkan. 

“Krim anti jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian dinilai lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat sebesar 15,8 mm," tambah Nur Khasanah. 

Selain didukung dengan kemampuan daya hambat yang tinggi, kulit buah durian memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid.

Cara pengobatan anti jerawat ini dengan mengoles pada kulit karena efektifitasnya lebih tinggi. Teknologi yang dipakai adalah nanoemulsi. 

Baca juga: Namai Anaknya Pakai 19 Kata, Orangtua di Tuban Kesulitan Buat Akta hingga Surati Presiden Jokowi

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved