Berita Malang
Pembangunan Jalan Baru Tembusan Exit Tol ke Jalan Sulfat di Kota Malang Telah Dimulai
Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pembangunan jalan baru yang menghubungkan antara persimpangan di pintu Tol Malang menuju ke Jalan Sulfat Kota M
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pembangunan jalan baru yang menghubungkan antara persimpangan di pintu Tol Malang menuju ke Jalan Sulfat Kota Malang.
Pembangunan jalan baru ini telah dilakukan sejak dua minggu kemarin, di mana saat ini masih dalam proses pengerukan dan pemadatan tanah.
Lokasi pembangunan jalan baru ini berada di Jalan Danau Jonge, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Dilihat dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang, nilai kontrak belanja konstruksi pembangunan jalan baru di Jalan Danau Jonge ini sebesar Rp 6 Miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari.
Panjang total pengerjaan jalan baru ini sekitar 900 meter, mulai dari simpang pintu tol Malang di Madyopuro, hingga sampai batas akhir dengan wilayah Kabupaten Malang.
"Sesuai arahan dari Pemerintah Kota Malang, pembangunan jalan baru ini hanya sampai sebatas kabupaten kota. Karena memang wilayahnya ini ada di daerah perbatasan," ucap Ardi selaku pelaksana lapangan kepada SURYAMALANG.COM (Tribun Jatim Network), Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Cewek di Kota Malang Gagal Ikuti Vaksinasi Gegara NIK Dipakai Warga Pancoran Jakarta
Ardi mengatakan, di lokasi jalan baru ini, nantinya akan dikonsep sebagai jalan kembar, dengan memiliki lebar masing-masing delapan meter.
Untuk taman di tengahnya, nantinya akan memiliki lebar 4-5 meter.
Saat ini proses penggalian masih dilakukan, guna mencari titik terdalam kepadatan tanah sebelum proses pembangunan dimulai.
Baca juga: Balik ke Malang, Pemain Arema FC Dapat Bonus Uang Dollar dari Juragan 99
"Yang kami lakukan ini masih dalam proses penggalian sampai di titik tanah yang keras," ucapnya.
Dalam proses penggalian tanah ini, pihaknya juga mengalami sejumlah kendala.
Mulai dari hilir mudiknya kendaraan warga, hingga sempat menjebol pipa PDAM yang ada di bawah tanah.
"Kemarin itu kami tak sengaja mengenai pipa PDAM. Jadi air membanjiri galian. Tapi saat ini sudah dilakukan proses pengeringan, agar pekerjaan bisa dilanjutkan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang (DPUPRPKP), Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, dalam proses pembuatan jalan baru ini, pihaknya tidak melakukan pembebasan lahan.
Pasalnya, tanah yang digunakan ini merupakan aset dari Pemerintah Kota Malang yang dulunya berfungsi sebagai sawah.
"Memang dulunya ini sawah dan aset milik Pemkot Malang. Jadi tidak ada pembebasan lahan," ucapnya.
Meski demikian, pembangunan jalan baru ini baru ini bisa berpotensi belum tembus apabila belum ada reaksi dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk bersedia melakukan pembangunan.
Karena pembangunannya hanya sampai sebatas wilayah Kota Malang saja.
Diah pun enggan berkomentar terkait hal ini karena menyangkut kepala daerah yang ada di masing-masing wilayah.
"Ini bagian dari komunikasi tiga kepala daerah di Malang Raya yang ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/proyek-pembangunan-jalan-baru-di-jalan-danau-jonge-sawojajar-rabu-6102021.jpg)