Breaking News:

Berita Kota Madiun

Wali Kota Madiun Peringatkan Pemilik Usaha Serius Kelola Limbah: Kalau Tetap Tidak Patuh Ya Ditutup

Wali Kota Madiun Maidi peringatkan pemilik usaha untuk serius mengelola limbah cair: Kalau tetap tidak patuh ya ditutup.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Wali Kota Madiun, Maidi, saat ditemui TribunJatim.com, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi memperingatkan pemilik usaha di Kota Madiun untuk mengolah limbah cair sesuai standar yang telah ditentukan.

Maidi menyebut, salah satu permasalahan yang ada di setiap daerah, termasuk Kota Madiun adalah banjir dan sampah.

Untuk itu, ia mewajibkan masyarakat, terutama yang mempunyai usaha untuk berperan aktif dalam mengelola limbah usahanya sendiri.

"Pengusaha-pengusaha kuliner yang menghasilkan limbah air kotor itu harus bisa menjaga kebersihan lingkungannya," kata Maidi, Selasa (12/10/2021).

"Limbah air jangan langsung dibuang di got, sekarang restoran harus punya tandon limbah, tidak dibuang seenaknya sendiri," lanjutnya.

Menurut Maidi, limbah dari restoran sebenarnya bisa untuk makan ternak.

Namun kebanyakan rumah makan malah membuang limbah bekas makanan tersebut.

Mantan Sekda Kota Madiun ini mengatakan, pihaknya akan tegas dalam menertibkan pelaku usaha yang tidak tertib dalam pengelolaan limbahnya.

"Kalau sudah diberi tahu, satu dua kali tetap tidak patuh ya ditutup. Di situ kita harus tegas. Karena demi keselamatan lingkungan," jelas Maidi.

Baca juga: Sarankan Parapatan Luhur PSHT Digelar di Magetan, Kapolres Madiun Kota: Agar Lebih Kondusif

Namun begitu, Maidi bersyukur hingga saat ini belum ada pelaku usaha yang ditutup lantaran pengelolaan limbahnya tidak sesuai standar.

"Tidak ada (yang ditutup), cuma ada yang saya peringatkan keras. Tapi sekarang sudah mulai patuh lagi," tambahnya.

Maidi juga memastikan IKA (Indeks Kualitas Air) Kota Madiun masih berada dalam ambang batas yang aman.

"Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dibawa ke pengelolaan limbah di Mojokerto, karena tidak boleh dibuang sembarangan. Jadi sudah aman," terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved