Breaking News:

Berita Politik

Kader Partai PSI Surabaya Pilih Cabut Laporan di Polda terkait Dana Banpol

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya, Dino Wijaya Erwan Putra, memilih mencabut laporan dirinya kepada ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakas

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Dino Wijaya Erwan Putra, kader PSI saat menunjukkan surat resmi pencabutan pelaporan dirinya kepada Ketua DPD Surabaya, Rabu (13/10/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya, Dino Wijaya Erwan Putra, memilih mencabut laporan dirinya kepada ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng.

Dino melaporkan tindak pidana korupsi dan pemalsuan tanda tangan untuk mencairkan dana bantuan politik. 

Baca juga: Info Vaksinasi Surabaya Hari Ini 14 Oktober 2021, Ada 1000 Dosis Vaksin Sinovac

"Saya mencabut laporan ke Polda Jatim. Saya ingin mengembalikan Marwah baik partai kami. Sejak awal saya tidak ingin menghancurkan PSI," kata Ketua DPC PSI Sambikerep, Dino, Rabu (13/10/2021).

Dino sebelumnya melaporkan Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf dan pengurus ke Polda Jatim terkait dana banpol. Dino menyebut bahwa banyak tanda-tangan juga dipalsukan demi mendapatkan banpol.

Baca juga: Seteru Wabup Bojonegoro yang Tersinggung dengan Tuduhan Bupati, Kini Diusut Polda Jatim

Pencabutan laporan ke Polisi itu No TBL/B/433.01/VIII/2021/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 12 Agustus 2021 di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim

"Saya ingin mengembalikan marwah baik PSI. Saya ingin PSI lebih baik lagi  lagi. Mengenai adanya dugaan pemalsuan tandatangan tersebut adalah kesalahan administratif saja. Dan kini sudah diperbaiki," kata Dino. 

Baca juga: Gadis Kota Malang yang Sempat Gagal Vaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain Akhirnya Disuntik Vaksin

Teguh Cahyadin, Ketua DPW PSI Jatim mewakili Yusuf Lakaseng meminta maaf kepada seluruh pengurus dan kader PSI Surabaya atas kinerjanya selama memimpin DPD Surabaya.

Dikatakan bahwa Yusuf Lakaseng sudah tidak lagi menjabat di DPD PSI Surabaya.

Baca juga: Satwa Dilindungi Dijual Hidup atau Mati Seharga Rp15 Juta, 2 Pelaku Diringkus Polda Jatim

Para Pengurus Partai Solidaritas Indonesia DPD Kota Surabaya beserta seluruh anggota adalah suatu keluarga besar. Atas konflik internal yang pernah terjadi di Partai telah diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Kedepan, kami akan bersama-sama membangun PSI Kota Surabaya untuk terus hadir dan kerja untuk rakyat. Terima kasih semua pihak yang terlibat dalam rekonsiliasi partai kami tercinta,” ucap Dino. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved