Breaking News:

Berita Blitar

Topeng Buatan Warga Kediri Diminati Kolektor Mancanegara, Jadi Properti Pesta Halloween hingga Opera

Berawal dari Pandemi Covid 19 membuat Maswanto yang akrab disapa Mban Man kehilangan mata pencaharian sebagai petugas dekorasi janur dan rias bunga pa

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Didik Mashudi
Mbah Man menyelesaikan pembuatan pesanan topeng karakter dirumahnya Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, Jumat (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Berawal dari Pandemi Covid 19 membuat Maswanto yang akrab disapa Mban Man kehilangan mata pencaharian sebagai petugas dekorasi janur dan rias bunga pada acara hajatan.

Praktis selama Pandemi Covid, acara hajatan tidak ada sehingga tidak mendapatkan penghasilan. Padahal dapur harus tetap ngebul dan kebutuhan biaya lainnya untuk rumah tangganya.

Namun Maswanto warga Kelurahan Pakunden, Kota Kediri pantang menyerah dan banting stir berkreasi membuat aneka macam topeng karakter

Diluar dugaan hasil karyanya banyak yang tertarik dan memesan untuk dibuat koleksi dan properti pertunjukan theater.

Malahan konsumennya tidak hanya dari dalam negeri tapi sampai mancanegara. Hasil kreativitas Mbah Man sekarang dikoleksi seniman dan kolektor topeng dari Singapura, Italia, Yunani dan Australia.

Baca juga: Beri Dukungan Penuh, Bupati Kediri Rela Luangkan Waktu Antar Persedikab Uji Coba ke Gresik

"Saat Pandemi Covid mencari pekerjaan sulit, kemudian saya membuat topeng. Alhamdulillah hasil karya saya bisa laku di luar negeri," ungkap Maswanto di rumahnya, Jumat (15/10/2021). 

Kolektor warga asing membeli topeng kreasi ada yang digunakan properti Pesta Halloween di luar negeri. Ada juga yang digunakan untuk properti pertunjukan Opera di Singapura. Sedangkan pembeli lainnya digunakan untuk koleksinya.

Baca juga: Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Menparekraf Sandiaga Uno: Prihatin Sekaligus Geram

"Topeng buatan saya dijual paling murah Rp 750.000 dan paling mahal sampai Rp 2 jutaan dengan rambut ekor kuda," jelasnya.

Sementara bahan untuk pembuatan topeng memanfaatkan kayu cangkring, kayu Dadap dan kayu pule yang mudah diukir.  Sedangkan rambut menggunakan bulu ekor kuda dan ekor sapi. 

Baca juga: Awali Kegiatan di Blitar, Menparekraf Sandiaga Uno Jogging di Pantai Serang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved