Piala Thomas dan Uber

5 Fakta Thomas Cup 2020, 19 Tahun Penantian Indonesia hingga Kemenangan Kelima atas China

5 fakta yang terjadi di Thomas Cup 2020, 19 tahun penantian Indonesia hingga kemenangan kelima Tim Merah Putih atas China.

Editor: Dwi Prastika
YVES LACROIX/BADMINTON PHOTO
Pebulu tangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting mengangkat trofi Thomas Cup 2020 setelah Indonesia menang 3-0 atas China pada final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). 

Bagi Hendra yang menjadi kapten tim, ini merupakan partisipasinya kedelapan pada Thomas Cup sejak 1998.

Sejak menjadi anggota Thomas Cup Hendra sudah dua kali mencicipi gelar juara Thomas Cup.

Selama keikutsertaannya, Hendra Setiawan tercatat mengantar Indonesia dua kali menjadi juara, dua kali runner-up, dan empat kali meraih medali perunggu Thomas Cup.

5. Bendera Merah Putih Tidak Dikibarkan

Saat tim menyanyikan lagu "Indonesia Raya," tim bulu tangkis Tanah Air tidak melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih di atas podium.

Bendera yang dikibarkan adalah bendera Persatuan Pusat Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) selaku federasi.

Hal ini terjadi sebagai imbas dari sanksi WADA (Badan Anti-Doping Dunia) terkait masalah ketidakpatuhan.

Indonesia dinyatakan WADA tidak mematuhi Kode Anti-Doping Dunia. 

Sebelumnya, Menteri Pemudan dan Olahraga Indonesia, Zainudin Amali menyatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan LIDI (Lembaga Anti-Doping Indonesia) mengalami keterbatasan menyerahkan sampel yang harus diuji dan dikirimkan ke WADA.

LIDI diinyatakan tidak patuh oleh WADA pada Kamis (7/10/2021) lalu. Selain Indonesia, WADA juga menemukan ketidakpatuhan Korea Utara dan Thailand.

Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di BolaSport.com dengan judul Fakta Menarik Thomas Cup 2020 - China 'Dibantai' hingga Tak Ada Bendera Merah Putih di Podium

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved