Breaking News:

Berita Kota Batu

Memasuki Musim Penghujan, Kota Batu dalam Status Siaga Darurat Bencana

Kota Batu dalam status siaga darurat bencana memasuki musim penghujan yang diprakirakan berlangsung mulai pekan ketiga Oktober 2021 hingga akhir April

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/PUSDALOPS BATU
Pohon tumbang di Desa Beji, Senin (18/10/2021). Memasuki penghujan, Kota Batu masuk status Siaga Darurat Bencana. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kota Batu dalam status siaga darurat bencana memasuki musim penghujan yang diprakirakan berlangsung mulai pekan ketiga Oktober 2021 hingga akhir April 2022.

Kepala BPBD Batu, Agung Sedayu menerangkan, status siaga darurat tersebut berdasarkan prakiraan penghujan oleh BMKG.

"Siaga darurat karena masuk penghujan. BMKG memprediksi musim hujan pekan ketiga Oktober," ungkapnya.

Penghujan tahun ini diprediksi tidak ada pengaruh La Nina seperti tahun sebelumnya. Akibatnya, ada potensi peningkatan curah hujan hungga akhir tahun.

"Potensinya, tidak ada fenomena La Nina seperti tahun kemarin. Ada peningkatan curah hujan hingga akhir tahun antara 200 mm sampai 400 mm. Itu termasuk tinggi. Kalau Januari belum ada lapirannya karena pemantauan dilakuka tiga bulan sekali," ungkapnya.

Agung juga memaparkan ada sejumlah potensi tinggi titik longsor di 10 desa dan kelurahan. Ada kategori tinggi, sedang dan rendah. 

"Dari cakupan 20 ribu ha di wilayah Kota Batu, 4500 ha kategori tinggi. Kalau digabung dengan kawasan sedang, jumlahnya lebih dari 10 ribu ha," ungkapnya.

Peristiwa alam sudah terpantau terjadi di Kota Batu, Senin (18/10/2021). Akibat angin Kencang hingga 30 Km/Jam, Pohon Basia setinggi 15 meter tumbang.

Peristiwa pohon tumbang ini dilaporkan terjadi pada Senin (18/10/2021) sekira pukul 14.30 WIB di Desa Beji.

Akibatnya, bagian dahan besar pohon yang tumbang ini menimpa kabel dan tiang listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Staf Pusdalops BPBD Kota Batu, Maulana menerangkan, besar kemungkinan pohon kayu Basia itu tumbang karena faktor angin kencang. Maulana memperkirakan kecepatan angin mencapai 30 knot.

''Apalagi jika dilhat dari struktur pohonya juga masih kuat. Bukan karena lapuk. Jadi besar kemungkinan karena angin,'' terang dia usai evakuasi.

Usai dilaporkan, petugas BPBD cepat menuju lokasi. Pohon tumbang yang menutup akses jalan ini berhasil dievakuasi dalam kurun 30 menit.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved