Breaking News:

Berita Gresik

Upah dan THR Belum Lunas, Ribuan Pekerja Pabrik Sandal di Gresik Dirikan Tenda di Depan Pabrik

Ribuan buruh PT  Newera Rubberindo Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kebomas unjuk rasa di depan pabrik selama 24 jam, Selasa (26/10/2021). Hal itu

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
TENDA PERJUANGAN - Para buruh PT Newera mendirikan tenda perjuangan di depan pabrik. Harapannya, agar mesin- mesin produksi tidak dibawa keluar, Selasa (26/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ribuan buruh PT  Newera Rubberindo Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kebomas unjuk rasa di depan pabrik selama 24 jam, Selasa (26/10/2021).

Hal itu untuk menjaga aset-aset perusahaan agar tidak dikeluarkan. 

Ketua PUK  PT Newera Rubberindo Ahmad Agus M mengatakan, unjuk rasa ini untuk memperjuangkan hak-hak ribuan pekerja yang belum dipenuhi upahnya oleh perusahaan. 

Sehingga, para pekerja di pabrik sandal dan sepatu tersebut unjuk rasa menjaga aset-aset perusahaan agar tidak dijual maupun dikeluarkan dari perusahaan tanpa alasan yang jelas. 

Baca juga: Pendapatan Tak Menentu, Pengamen di Surabaya Nekat Jual Sabu

Unjuk rasa tersebut juga memperjuangkan hak 1.060 pekerja, sebab upah sejak Januari sampai Juli 2021 belum semuanya dibayarkan. Termasuk kekurangan tunjangan hari raya (THR) tahun 2020 dan tahun 2021. 

Para pekerja bergantian menjaga pabrik, karena ada mesin yang akan dibawa ke Mojokerto. "Kita jaga perusahaan ini selama 24 jam, jangan sampai mengeluarkan mesin produksinya. Kalau produksi seperti biasa masih boleh. Sebab, saat ini kita masih proses jalur hukum di Pengadilan Hubungan Industrial," kata Agus. 

Untuk kebutuhan sehari-hari di tenda perjuangan, para buruh iuran dan membawa jajan untuk dimakan bersama-sama. Kekompakan tersebut, sebagai bentuk perjuangan melawan penjajahan. 

"Unjuk rasa ini bentuk perjuangan kaum buruh yang ditindas haknya oleh pengusaha. Semoga, hak-hak para pekerja segera diberikan," imbuhnya. 

Menurut Agus, sebelum melangkah ke Pengadilan Hubungan Industrial, tela dilakukan mediasi. Namun, dalam mediasi tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  juga telah memberikan solusi subsidi upah. Saran dari Bupati juga tidak dilaksanakan oleh perusahaan. 

"Kita terus berjuang, sampai hak-hak para pekerja ini dibayarkan. Ada upah dan THR yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Sebab, para pekerja ini sudah bekerja tapi belum dibayar lunas. Masing-masing pekerja bisa mendapat Rp 28 Juta," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved