Cuaca Surabaya Sidoarjo Gresik Hampir 37 Derajat, Bukan 'Heatwave' Penyebabnya, ini Kata BMKG

Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik mengalami suhu panas hingga hampir 37 derajat Celcius. Apa penyebabnya?

istimewa
Ilustrasi cuaca panas terik. 

Oleh karena itu, dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, maka dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan Gelombang Panas atau Heatwave.

Suhu capai 37.1 derajat Celsius dan masih normal

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terjadi pada Senin, 26 Oktober 2021.

"Saat itu tercatat suhu maksimum berkisar antara 30.0-37.1 derajat Celsius dengan suhu maksimun 37.1 derajat Celsius tercatat di Surabaya dan 35.4 derajat Celsius di Sentani Papua," kata Ida.

Sedangkan di Jawa Timur, suhu yang tercatat yakni 37.1 derajat Celsius, Semarang 34.4 sampai 34.6 derajat Celsius, Kalimantan 29 sampai 33 derajat Celsius dan Ciputat 35 derajat Celsius.

Angka ini diperoleh dari pengukuran stasiun perak II, maritim perak.

Meski begitu, Ida menyampaikan, besaran suhu yang tercatat masih tergolong normal.

"Kondisi suhu maksimum dengan kisaran tersebut masih berada kondisi normal, di mana perubahan suhu maksimum harian masih dapat terjadi dalam skala waktu harian bergantung pada kondisi cuaca atau tingkat perawanan di suatu wilayah," ucap dia.

Di sisi lain, Ida mengatakan, secara spesifik terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kondisi suhu yang panas di Indonesia.

Baca juga: Warga Malang Rasakan Cuaca Panas Terik Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG Karangploso

Berikut rinciannya:

- Posisi semu Matahari yang saat ini berada di BBS pada lintang 12° 52' LS, yang kemudian menjadi salah satu pemicu peningkatan suhu udara di Indonesia bagian selatan ekuator, misalnya Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

- Suhu muka laut yang cukup hangat teramati di perairan Indonesia yang menyebabkan peningkatan kandungan uap di atmosfer, dan selanjutnya berdampak pada rasa berkeringat (udara permukaan terasa lembab) bagi masyarakat.

Untuk keberlangsungannya, Ida menjelaskan bahwa kondisi suhu panas ini tidak dapat dipastikan akan berlangsung sampai kapan.

Sebab, variasi suhu di Indonesia bukanlah bulanan tapi harian, berbeda dengan di daerah lintang tinggi.

"Tentu saja tiap wilayah di Indonesia memiliki kondisi variasi suhu yang berbeda," ujar Ida.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved