Breaking News:

Berita Malang

Kedungkandang Menjadi Zona Merah Peredaran Narkotika di Kota Malang

Wilayah Kecamatan Kedungkandang menjadi zona merah peredaran narkotika di Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
shutterstock
Ilustrasi kasus narkoba di Malang 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wilayah Kecamatan Kedungkandang menjadi zona merah peredaran narkotika di Kota Malang.

Tercatat, setidaknya ada 60 kasus narkotika yang terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober 2021.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polresta Malang Kota, Iptu Bambang Heryanta .

Dirinya mengatakan bahwa di tahun 2021 ini, Kecamatan Kedungkandang menggeser Kecamatan Lowokwaru yang pada tahun 2020 menempati posisi paling rawan dalam peredaran narkotika.

Baca juga: Manisnya Hasil Budidaya Labu Madu di Probolinggo, Sekali Panen Raup Untung Puluhan Juta

"Saat ini kasus narkotika banyak berpindah ke posisi masyarakat, yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan daerah tertentu di Jawa Timur. Karena saat ini, pusat peredaran narkotika sedang menyasar dan marak di daerah itu, dan berimbas ke wilayah yang memiliki masyarakat dengan ikatan kekeluargaan dengan daerah tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (14/11/2021).

Dirinya mengungkapkan, di wilayah Kota Malang sendiri banyak ditemukan para pengedar narkotika golongan I. Seperti ganja, sabu-sabu, ekstasi, morfin, heroin, dan kokain.

"Di sepanjang tahun 2021 ini, petugas berhasil mengamankan ganja sekitar 13 kilogram, sabu-sabu seberat 2 kilogram dan pil XTC (ekstasi) sebanyak 163 butir," jelasnya.

Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap sebanyak 221 kasus narkotika, dengan tersangka sebanyak 256 tersangka dan 11 diantaranya adalah wanita. Dari jumlah tersangka yang diamankan tersebut, 136 tersangka berada di usia produktif dan masih di bawah usia 30 tahun.

"Ini menjadi catatan kami, bahwa angka ini sudah hampir mendekati angka yang sama di tahun 2020 dengan total sebanyak 264 kasus dan 314 tersangka. Ini juga mengindikasikan, bahwa di masa pandemi tidak menyurutkan orang untuk mengedarkan narkotika," bebernya.

Dirinya kembali menegaskan, bahwa para penyalahgunaan narkotika akan dikenakan pasal 111 atau pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Tersangka yang terbukti memiliki, menyimpan, atau menguasai akan dikenakan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun. Sementara itu bagi para pengedar, distributor, atau yang membantu peredaran narkotika akan dikenakan pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman seumur hidup, atau hukuman penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved