Breaking News:

Berita Madura

Waspada! Berikut Kawasan di Bangkalan yang Rawan Banjir, Tanah Longsor hingga Puting Beliung 

Cuaca buruk kerap mewarnai di musim penghujan seperti saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan memetakan sejumlah kawa

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Ilustrasi bencana tanah longsor 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan memetakan sejumlah kawasan di Kabupaten Bangkalan berpotensi terjadinya bencana banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.  

Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris mengungkapkan, terdapat lima kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan bencana banjir, meliputi Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Sepulu, dan Kecamatan Tanjungbumi.

“Wilayah rawan bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Galis, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, dan Kecamatan Kokop,” ungkap Rizal ketika dihubungi Surya (Tribun Jatim Network), Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Curhat Pilu Pedagang di Pasar Sayur Kota Batu: di Rumah Tak Ada Kegiatan, ke Pasar Sepi Pembeli

Untuk wilayah-wilayah rawan bencana angin kencang atau puting beliung, lanjutnya, meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Burneh, Kecamatan Labang, Kecamatan Socah, Kecamatan Labang, Kecamatan Modung, Kecamatan Kwanyar, hingga Kecamatan Blega.

Baca juga: Kafe di Kota Malang Dibobol Maling, Pelaku Curi Uang Tunai dan Berbagai Peralatan Kopi

Sebelumnya, personel gabungan TNI/Polri serta Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bangkalan, Palang Merah Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan HIdup, hingga Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bangkalan menggelar simulasi tanggap bencana di lapangan Polres Bangkalan, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Lomba Baca Kitab Kuning Rutin Digelar, PKS Dapat Pujian Pengasuh Ponpes An Najiyah Sidosermo

Simulasi dilakukan sebagai upaya mempersiapkan personel ketika dihadapkan pada kondisi cuaca buruk sekalipun.

Dari beberapa perlengkapan, personel gabungan mengasah keterampilan menggunakan perahu perahu karet.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Masa pancaroba telah berakhir, biasanya dimulai pertengahan-akhir September hingga minggu pertama di bulan November,” pungkas Rizal.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved