Breaking News:

Berita Surabaya

Kurir Surabaya yang Curi 46 Tabung Elpiji Bermodus Duplikat Kunci Terdesak Pelunasan Pinjol, Ada 2

Kurir yang curi puluhan tabung elpiji di Surabaya bermodus duplikat kunci mengaku terdesak pelunasan pinjol, Pelaku: Ada 2 aplikasi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Rusdi Hermawan (33) saat dikeler ke Mapolsek Sukomanunggal Surabaya, Rabu (17/11/2021). Rusdi adalah pelaku pencurian 46 tabung elpiji di sebuah gudang bermodus duplikasi kunci dan rekayasa kejahatan fiktif. Ia nekat mencuri karena terjerat pinjol. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rusdi Hermawan (33) warga Lamongan, pelaku pencurian 46 tabung elpiji di sebuah gudang bermodus duplikasi kunci dan rekayasa kejahatan fiktif, ternyata terdesak pelunasan aplikasi pinjaman online (pinjol).

Seraya menundukkan kepala, Rusdi mengaku, beberapa waktu belakangan ini dirinya terdesak pelunasan biaya pinjol dari dua macam aplikator pinjol, senilai Rp 4 juta.

Biaya pelunasan pinjaman aplikator pinjol yang harus ia bayar, senilai Rp 890 ribu, setiap bulannya.

Namun, apa daya. Penghasilannya sebagai kurir jasa antar tabung gas epliji yang pas-pasan, tak mampu melunasinya.

Hal itupun membuat bapak satu anak itu melakukan aksi nekat, mencuri puluhan tabung elpiji dari gudang tempatnya bekerja.

"Bayar pinjol. Per bulan (bayar) Rp 890 ribu. 2 aplikasi (pinjol)," ujarnya pada awak media di Mapolsek Sukomanunggal, Rabu (17/11/2021).

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Iptu Philips R Lopung menerangkan, rencananya pelaku akan menjual tabung elpiji jenis 3 kg hasil curian itu, seharga Rp 115 ribu.

Dengan harga tersebut, Rusdi berencana menjualnya kepada beberapa pihak toko kelontong yang biasa menjadi pelanggan tempatnya mengirim pasokan tabung elpiji.

Baca juga: Ditinggal Tidur di Kos, Motor Scoopy Karyawan Restoran di Surabaya Raib, Terlihat Pelaku 2 Orang

"Baru sebulanan (kerja)," ungkap Iptu Philips R Lopung.

Terkait modus pencurian pelaku, Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Kompol Esti Setija Oetami menerangkan, pelaku berupaya menggandakan (duplikasi) kunci pintu gudang penyimpanan tabung elpiji, agar bisa membuka pintu gudang kapan pun sesuai rencana aksinya.

Tak hanya itu, seusai beraksi, pelaku juga berupaya menghindarkan diri dari kecurigaan si pemilik gudang, ataupun aparat berwajib.

Caranya, pelaku sempat merekayasa adanya aksi pembobolan yang dilakukan oleh pelaku dari orang tak dikenal. 

Yakni dengan membuka pintu bagian belakang gudang dan membuang tabung elpiji ke area luar gudang, Jalan Hercules No 25, Sukomanunggal, Surabaya, sebelum kabur meninggalkan lokasi.

"Dia itu freelance, pernah disuruh untuk mengantarkan elpiji, sehingga bisa menggandakan kunci tersebut," ujar Kompol Esti Setija Oetami pada awak media.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved