Breaking News:

Berita Jatim

UMP Jatim 2022 Naik Rp 22 Ribu, Lalu UMK Surabaya Jadi Berapa? 

Pemrov Jawa Timur telah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim Tahun 2022. Selesai UMP, Pemrov juga akan segera mengumumkan Upah Minimum

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bertemu perwakilan pengusaha, Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB), Selasa (9/11/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemrov Jawa Timur telah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim Tahun 2022. Selesai UMP, Pemrov juga akan segera mengumumkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), termasuk untuk Surabaya

Dalam pengumuman Pemrov Jatim, Senin (22/11/2021), angka UMP Jatim 2022 naik sebesar 1,22 persen atau Rp22.790,04. Sehingga, apabila UMP Jatim 2021 sebesar Rp1.868.777,08, maka pada 2022 menjadi Rp1.891.567,12.

Menyikapi hal tersebut, Pemkot Surabaya saat ini masih menunggu pengumuman lanjutan soal besaran UMK. Di dalam waktu dekat, UMK 38 kabupaten/kota se-Jatim juga akan diumumkan Pemrov Jatim. 

Berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36/2021 tentang Pengupahan, penetapan UMK memang dilakukan Pemrov. "Berdasarkan ketentuan, paling lambat (akan diumumkan) pada 30 November nanti," katanya. 

Baca juga: Pemkot Batu Terus Perluas Cakupan Penerima Vaksin Covid-19, Anak 6-11 Tahun Akan Gunakan Sinovac

Pihaknya juga belum bisa memastikan soal naik/tidaknya angka UMK di Surabaya. Sebab, penetapan tetap menjadi kewenangan Pemrov Jatim. 

Pada perhitungan UMK yang mengacu PP tersebut, aspek ekonomi makro menjadi penting dalam perhitungan UMK. Di antaranya, inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga jumlah rumah tangga bekerja. 

"Kami tetap mengacu pada PP nomor 36. Pemkot dalam hal ini hanya memberikan usulan yang didasarkan pada sejumlah acuan," katanya. 

Termasuk soal besarannya, Pemkot juga belum bisa membandingkan dengan besaran kenaikan UMP. "Sekali lagi, kami belum bisa menyampaikan," katanya. 

Pada prinsipnya, Pemkot berada di garis tengah untuk mengakomodasi kepentingan pekerja sekaligus keberlangsungan pengusaha di Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun juga telah bertemu dengan serikat buruh hingga asosiasi pengusaha untuk secara khusus membahas ini. 

Untuk diketahui, UMK Surabaya menjadi yang tertinggi di Jatim untuk saat ini. Mencapai Rp4.300.479,19, UMK Surabaya juga menempati peringkat keenam untuk upah minimum tertinggi di Indonesia tingkat kabupaten/kota. 

Selama kurun waktu 3 tahun terakhir, UMK Surabaya juga selalu mengalami kenaikan. Mulai dari Rp3.871.052,61 (2019), Rp4.200.479 (2020), dan Rp 4.300.479,19 (2021). 

Sekalipun demikian, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, penetapan UMK 2022 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36/2021 tentang Pengupahan. Ini merupakan turunan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (bob) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved