Breaking News:

Berita Kota Malang

Pemkot Malang Gagas Perda Pengelolaan Sampah untuk Atasi Masalah Persampahan, Ada Tiga Poin Catatan

Pemkot Malang gagas Perda Pengelolaan Sampah untuk atasi masalah persampahan, ada tiga poin catatan, termasuk insentif para penggerobak sampah.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Rapat paripurna tentang penyampaian hasil pembahasan pansus terhadap Ranperda Pengelolaan Sampah, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang tengah menggagas Ranperda Pengelolaan Sampah untuk mengatasi masalah persampahan.

Sampah juga masih menjadi persoalan yang hingga kini masih belum terselesaikan di Kota Malang.

Sejumlah program dan inovasi pun sedang dilakukan oleh Pemkot Malang, satu di antaranya ialah melalui metode sanitary landfill.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Pengelolaan Sampah, Fathol Arifin mengatakan, proses pengelolaan sampah di Kota Malang masih manual.

Oleh karena itu dengan adanya sanitary landfill, diharapkan proses pengelolaan sampah bisa dioptimalkan.

"Dengan adanya sanitary landfill ini, proses pemilahan dan pemadatan sampah jadi tidak manual. Dan adanya pansus ini untuk efektivitas yang lanjutannya sanitary landfill ini harus didukung dana operasional yang besar," ujar Fathol Arifin saat rapat paripurna, Senin (22/11/2021).

Politisi PKB itu mengatakan, Perda Pengelolaan Sampah dibuat juga untuk menyesuaikan dengan aturan yang telah dibuat.

Pansus Ranperda Pengelolaan Sampah juga telah dibentuk pada 14 Juli 2020 lalu.

Sejumlah kebijakan yang nantinya tertuang dalam Perda Pengelolaan Sampah di antaranya ialah dibuatnya insentif bagi para petugas pengangkut sampah di rumah-rumah warga.

Baca juga: Tahapan Dilakukan, DPRD Jatim Mulai Bahas Raperda Pengelolaan Sampah Regional

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved