Berita Probolinggo
Detik-detik Pemotor di Probolinggo Tewas seusai Kecelakaan, Motor Meluncur ke Hutan
Sures (56) warga Dusun Krajan, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok meninggal dunia seusai mengalami kecelakaan tunggal
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Sures (56) warga Dusun Krajan, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Probolinggo, meninggal dunia seusai mengalami kecelakaan tunggal.
Motor Honda Vario nopol N 5937 MT, warna putih yang dikendarai, Sures, meluncur masuk ke hutan mahoni di Jalan Raya Sumber, Kecamatan Sumber, Senin (13/12) sekira pukul 09.00 WIB.
Kapolsek Sumber, AKP Sono mengatakan penyebab kecelakaan diduga rem motor mendadak tak berfungsi alias blong. Karena tak ada bekas pengereman.
Baca juga: Tiga Kali P19, Anak Pengasuh Ponpes Jombang Gugat Kapolda Jatim karena Jadi Tersangka Pencabulan
Setibanya di lokasi kejadian, Sures tampaknya memacu kendaraan dengan kecepatan kencang. Sementara kondisi jalan terbilang berkontur menurun cukup tajam. Kecelakaan pun tak terhindarkan.
"Korban melaju kencang di jalan turunan. Pada waktu yang sama diduga rem motor blong. Korban tak bisa mengendalikan kemudi, sehingga motor yang dikendarai masuk ke hutan mahoni," katanya saat dikonfirmasi, Senin (13/12).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala akibat motor menabrak pohon. Sedangkan kondisi motor korban ringsek di bagian depan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan posisi tertelungkup terpental beberapa meter dari motornya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Polsek Sumber.
Tak lama, petugas polisi datang ke lokasi kejadian. Kemudian polisi mengevakuasi korban ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh dengan ambulans puskesmas setempat.
Polisi telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Motor yang dikendarai korban juga dievakuasi ke Mapolsek Sumber.
"Saya menghimbau kepada pengendara berhati-hati jika melewati Jalan Raya Sumber karena banyak turunan," pungkasnya. (nen)
Kumpulan berita Probolinggo terkini