Berita Surabaya

Kunjungi SIER, DPRD DKI Jakarta Puji Pengelolaan Bisnis Kawasan Industri: Sangat Luar Biasa

Panitia Khusus (Pansus) Kawasan Berikat Nusantara (KBN) DPRD DKI Jakarta, memberikan pujian kepada PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER)

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Panitia Khusus (Pansus) Kawasan Berikat Nusantara (KBN) DPRD DKI Jakarta, memberikan pujian kepada PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAPanitia Khusus (Pansus) Kawasan Berikat Nusantara (KBN) DPRD DKI Jakarta, memberikan pujian kepada PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). 

Hal ini karena kawasan industri yang sahamnya dimiliki pemerintah pusat, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya ini berhasil mengembangkan bisnisnya. 

“Kami dari Pansus KBN DPRD DKI Jakarta ingin melihat, menggali informasi bagaimana strategi pengembangan bisnis SIER. Dan ternyata sangat luar biasa. Mereka bisa berkembang pesat sejak didirikan. Banyak inovasi yang bisa menambah penghasilan perusahaan,” ujar Ketua Pansus KBN DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, ditemui disela kunjungannya ke SIER, Kamis (16/12/2021).

Menurut dia, kunjungan kerja ke SIER sebenarnya sudah dijadwalkan pada tahun lalu. Namun karena pandemi Covid-19 yang melonjak, akhirnya baru bisa dilakukan pada akhir tahun ini.

“Kami ke SIER karena ada kesamaan bisnis dengan KBN. Sehingga kami berharap nanti bisa membuatkan rekomendasi-rekomendasi di pansus,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan paparan dari jajaran direksi SIER, kata Pandapotan, SIER memiliki kelebihan dibanding KBN. Salah satu yang paling menonjol adalah  sistem pengelolaannya, sistem pengelola usahanya dan sifat pengembangannya.

Baca juga: Insentif dari Pemkot untuk Hafiz Quran di Surabaya Alami Kenaikan, Simak Nilainya

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, meski SIER melakukan bisnis utama berupa menjual lahan, tapi SIER masih sustainable karena begitu di Rungkut Surabaya penuh mereka kembangkan di Rembang Pasuruan dan juga  setiap penjualan lahan selalu dikonversi dengan pembelian lahan industri baru, stok lahannya masih bagus. Hal ini yang tidak dimiliki KBN, karena lahan yang terbatas dan telat dalam pengembangan lahan diluar kawasan.

“Ini nanti yang bisa kami buat rekomendasi. Bahwa di Surabaya saja bisa mengembangkan bisnis kawasan industri yang maju, yang banyak kegiatan bisnisnya sehingga bisa menambah atau memberikan pendapatan kepada pemerintah berbentuk PAD dan pendapatan negara,” ujarnya.

Pandapotan pun memberikan apresiasi kepada jajaran direksi SIER yang hadir pada acara itu, diantaranya Direktur Utama PT SIER Fattah Hidayat, Direktur Operasi PT SIER Didik Prasetiyono dan Direktur SDM Rizka Syafittri. Menurut dia, direksi SIER sukses membuat inovasi dengan strategi yang matang.

“KBN masih berkutat pada sewa lahan yang letaknya di pinggir laut. Memang ada keterbatasan lahan, tapi jika ada keinginan untuk memperluas lahan bisa sebenarnya. Tinggal bagaimana mengatur strateginya bagaimana dan inovasinya bagaimana,” ungkapnya.

Padapotan mengatakan, Pansus KBN DPRD DKI Jakarta berencana akan memberikan rekomendasi yang salah satunya agar KBN mereplikasi bisnis recurring yang telah dilakukan SIER, diantaranya bisnis periklanan, klinik, pengolahan limbah dan air daur ulang hingga fasilitas olahraga. Sehingga kawasan industrinya terkesan komplit, terintegrasi dalam satu kawasan.

“SIER memang patut menjadi kawasan industri percontohan yang ideal. Sistem bisnisnya matang dan mampu mengkreasi bisnis-bisnis baru, yang pada ujungnya akan membuat para pemegang saham merasa puas,” sambungnya antusias.

Saat kunker di SIER, rombongan Pansus KBN DPRD DKI Jakarta juga diajak untuk melihat pengelolaan limbah di SIER, yang menjadi sayap pendapatan SIER dengan nilai yang cukup besar. Anggota pansus pun terlihat sangat kagum dengan pengelolaan limbah yang modern, mulai dari titik awal limbah hingga limbah itu dibuang dalam bentuk air yang sudah jernih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved