Breaking News:

Berita Kota Madiun

Axioo Bawa Pulang Ribuan Laptopnya yang Ditolak, Pemkot Madiun Ajukan Blacklist

Axioo bawa pulang ribuan laptopnya yang ditolak, Pemkot Madiun mengaku akan mengajukan blacklist: Harus hati-hati.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
4.880 laptop Pemkot Madiun dari PT PINS Indonesia tak sesuai spesifikasi, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - 4.880 laptop diangkut dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Madiun, Jalan Mastrip, Rabu (5/1/2022).

Satu per satu box berisi laptop yang telah ditolak kedatangannya oleh Pemkot Madiun tersebut, dinaikkan ke dua kontainer oleh petugas.

Pejabat Pengadaan dan Pembuatan Komitmen, Noor Aflah mengatakan, pihaknya memang telah menerima pemberitahuan bahwa pihak Axioo akan mengambil kembali laptop tersebut. 

"Cuma perlu kami ingatkan, ini adalah barang bukti, mau posisinya di manapun kalau ada perubahan dalam barang bukti itu akan berimplikasi pada hukum," kata Noor Aflah, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Madiun, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Spesifikasi Lebih Rendah dari Kontrak, Ribuan Laptop untuk Siswa Ditolak Pemkot Madiun

Noor Aflah menjelaskan, 4.880 laptop tersebut ditolak karena semua unit yang dikirim tidak seusai dengan spesifikasi yang disetujui di dalam kontrak.

Pada kontrak melalui e-katalog, pengadaan laptop tahun 2021 tersebut harusnya bermerek Axioo Pro G5 i3-6157U, RAM 8GB DDR4, HDD 1 TB, layer 14 inch, window 10.

Namun yang datang nyatanya hanya dilengkapi dengan memori DDR3 bukannya DDR4, yang berarti spek tersebut lebih rendah.

Pada proses pengambilan, pihak Pemkot Madiun memang tidak berwenang untuk menghalangi, karena sedari awal, laptop tersebut memang sudah ditolak oleh Pemkot Madiun.

"Sesuai perintah Pak Wali (Maidi) kita juga akan mengajukan blacklist. Pihak LKPP sudah kontak kami untuk proses selanjutnya, terutama pada prinsiple yaitu Axioo," ucap Noor Aflah.

Sedangkan untuk reseller, yaitu PT PINS Indonesia, menurut Aflah sebenarnya juga ikut dirugikan oleh Axioo dengan ditolaknya 4.880 laptop tersebut, namun Pemkot Madiun tetap akan mengajukan blacklist.

"Blacklist kita ajukan dua-duanya, yang menentukan LKPP, tapi yang kami utamakan untuk di-blacklist adalah Axioo," jelas Noor Aflah.

"Ini juga perlu menjadi perhatian pejabat pembuat komitmen di seluruh Indonesia yang akan berbelanja menggunakan produk Axioo harus berhati-hati," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved