Breaking News:

Berita Kota Madiun

Axioo Kirim Laptop ke Pemkot Madiun Tak Sesuai Kontrak, Wali Kota Maidi: Negoisasi Lewat Jalur Hukum

Axioo mengirim laptop ke Pemkot Madiun tak sesuai kontrak, Wali Kota Maidi tegaskan negoisasi hanya dilakukan lewat jalur hukum.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
4.880 laptop Pemkot Madiun dari PT PINS Indonesia tak sesuai spesifikasi, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi menegaskan akan mengambil langkah sesuai aturan, terkait pengadaan laptop yang tak sesuai spesifikasi dalam kontrak yang dikirimkan oleh Axioo.

Menurut Maidi, tidak ada negoisasi secara personal, jikapun ada negoisasi untuk membicarakan kontrak lebih lanjut, hal tersebut akan dibahas dalam persidangan.

"Komandan kita adalah aturan, nego harus ikut dasar aturan. Kalau nego itu atas dasar kebijakan dewan, kebijakan pak wali, itu namanya kebijakan awal penyelewengan," kata Maidi, Jumat (7/1/2022).

Maidi sendiri memastikan akan menempuh jalur hukum atas pengiriman laptop yang tak sesuai kontrak.

Baca juga: Axioo Bawa Pulang Ribuan Laptopnya yang Ditolak, Pemkot Madiun Ajukan Blacklist

Menurut Maidi, negoisasi dengan fasilitasi hukum adalah jalan yang tepat dan sesuai aturan serta perintah UU. 

"Ini yang dinamakan kebijakan untuk menuju penyempurnaan. Tapi kalau kebijakan saya sendiri, itu di luar hukum. Tidak boleh," lanjutnya.

Adanya ketetapan hukum, menurut mantan Sekda Kota Madiun ini, juga akan mempermudah proses pengadaan selanjutnya, dan tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Program pengadaan ini masih panjang. Jangan sampai kita mengambil langkah tidak baik. Kita ingin menguntungkan semua pihak, tapi tidak melanggar hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Madiun meminta Pemkot Madiun agar tidak terburu-buru melakukan blacklist kepada penyedia, ataupun menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan masalah pengadaan laptop untuk siswa yang tak sesuai spesifikasi kontrak.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, jika ada kesempatan untuk melakukan negoisasi, Pemkot Madiun diharapkan mengambil langkah tersebut.

Program pembagian laptop untuk siswa ini menurutnya adalah program unggulan Wali Kota Madiun, Maidi yang mana alokasi anggarannya cukup besar.

"Jangan sampai semakin merugi, karena tidak bisa mengeksekusi anggaran itu, sehingga menjadi Silpa. Laptop ini juga ditunggu anak-anak lho," ujar Armaya.

Jika memang pihak prinsiple atau penyedia bisa memenuhi barang sesuai pesanan, menurut Armaya tidak ada salahnya Pemkot Madiun memberikan waktu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved