Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Jatuh Bangun Guru di Lereng Gunung Semeru Antarkan Bantuan ke Pelajar di Lumajang yang Terisolir

Jatuh bangun guru di lereng Gunung Semeru antarkan bantuan ke pelajar di Lumajang yang terisolir akibat dam terputus. Sampai ada yang terjebak pasir.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Isdaroki, guru SDN Jugosari III, Candipuro, Lumajang, terjebak pasir saat mengantar bantuan ke pelajar yang terisolir di Dusun Sumberlangsep, Jumat (7/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Terputusnya dam di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, akibat erupsi Gunung Semeru, tampaknya memang harus segera ditangani.

Pasalnya, tumpukan material pasir yang terbawa banjir lahar beberapa waktu lalu, belum sepenuhnya kering. Siapa saja yang lewat terancam bisa jatuh dan terjebak pasir yang basah jika tak hati-hati memilih jalan.

Seperti yang dialami Isdaroki, guru SDN Jugosari III Lumajang.

Ketika itu, dia bermaksud mengantar paket bantuan dari donatur untuk diserahkan kepada muridnya yang terisolasi di Dusun Sumberlangsep.

Saat mendekati aliran Sungai Regoyo, kakinya tak sengaja menginjak tanah yang masih gembur. Akibatnya separuh badannya tercebur di dalam pasir.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung menolongnya. Batang kayu ditata di dekatnya. Oleh warga, tangan dan kakinya ditarik perlahan-lahan, dengan berpijak di atas batang pohon.

Baca juga: Perjuangan Guru Lereng Semeru Demi Mengajar 42 Murid Terisolir, Lewat Makadam dan Material Vulkanik

"Saya pikir tadi tanahnya sudah kering, ternyata masih basah. Rasanya di kaki anget," kata dia.

Meski sempat mengalami nasib nahas, Isdaroki dan sejumlah rekan guru lain tetap melanjutkan perjalanan menemui para murid di seberang sungai.

Perjalanan dramatis guru ini terbayarkan oleh sejumlah siswa yang sudah menunggu dengan tersenyum.

"Namanya juga sudah amanah, ya harus diantar, meskipun medannya berat," ujar Isdaroki.

Diketahui, setelah dam atau jembatan limpas itu terputus, setidaknya ada sekitar 127 kepala keluarga terisolir. Sebab, keberadaan jembatan itu selama ini menjadi akses satu-satunya penghubung jalan dusun.

Warga berharap secepatnya di dusunnya dibangun jalan alternatif pengganti dam yang putus. Supaya warga bisa kembali beraktivitas normal.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved