Breaking News:

Berita Gresik

Jembatan Kacangan Ambruk Sudah Hampir Sebulan, Tim Investigasi Ungkap Perkembangannya

Sudah hampir satu bulan jembatan Kacangan di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ambruk

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
Jembatan Kacangan Kecamatan Benjeng yang melintas di atas Kali Lamong patah, Minggu (19/12/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sudah hampir satu bulan Jembatan Kacangan di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ambruk.

Progres pembangunan jembatan baru masih menunggu finalisasi analisis penyebab amblesnya pilar jembatan berusia 20 tahun itu.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani membentuk tim investigasi Jembatan Kacangan. Tim berjumlah tujuh orang, terdiri dari pegawai Dinas PUTR, perguruan tinggi, konsultan perencana yang disupervisi oleh Asisten Pembangunan dan Ekonomi Setda Gresik.

Baca juga: Antisipasi Banjir di Gresik Selatan, Tahun Ini Pemkab Gresik Keruk Kali Lamong Lebih Awal

Kepala Dinas PUTR Gresik, Ahmad Hadi mengatakan butuh waktu untuk menganilisis penyebab ambruknya jembatan.

"Untuk tahapan jembatan kacangan saat ini sedang finalisasi hasil analisis penyebab amblesnya pilar jembatan dan simultan dengan penyusunan desain jembatan yang baru. Perkiraan tim teknis proses perencanaan dan finalisasi desain butuh waktu sekitar 2 bulan, sehingga bulan ketiga sudah bisa ditenderkan pekerjaan konstruksinya," tutur Hadi, Selasa (11/1/2022).

Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Benjeng hingga Kecamatan Kedamean ambruk pada Minggu (19/12/2021) sore.

Jembatan dengan panjang kurang lebih 48 meter itu ambruk sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, akses jalan antar desa terputus total dan diharuskan untuk memutar di sebelah Barat lokasi Jembatan.

Berbagai spekulasi timbul mengenai penyebab amblesnya Jembatan Kacangan, diantaranya adalah akibat berubahnya aliran sungai dari awal jembatan dibangun pada tahun 2002 silam hingga sekarang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, mengungkapkan bahwa aliran sungai mengalami perubahan dan mengakibatkan skoring pada bangunan.

"Perubahan aliran sungai dan derasnya arus menyebabkan skoring pada bangunan jembatan, sehingga terjadi pengikisan pada area tiang yang menyangga jembatan," jelas Achmad Washil pada saat meninjau ambruknya jembatan Kacangan Senin (20/12/2021) lalu.

Bupati Gresik menginstruksikan kepada Kepala Desa untuk benar-benar menutup akses ke jembatan untuk memastikan jembatan tidak dilalui kendaraan, pun juga agar masyarakat tidak menjadikan jembatan yang ambles menjadi objek wisata baru yang justru akan membahayakan keselamatan masyarakat. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved