Breaking News:

Berita Lamomgan

Klarifikasi Kapolres Lamongan Soal Kasus Salah Tangkap Warga Bojonegoro, 9 Anggota Diperiksa Polda

Kesalahpahaman yang terjadi antara anggota Polres Lamongan dengan keluarga Satria Galih Wismawan (32) menantu dari Andrianto (63) sekaligus suami

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Satria Galih Wismawan dan mertua Andrianto bersama Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dalam momen rilis untuk islah di Polsek Babat, Kamis (13/1/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kesalahpahaman yang terjadi antara anggota Polres Lamongan dengan keluarga Satria Galih Wismawan (32) menantu dari Andrianto (63) sekaligus suami almarhumah Maria Ulfa Dwi Andreani warga jalan Patimura Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro pada 28 Desember 2021 akhirnya islah.

Saling memaafkan Kapolres, AKBP Miko Indrayana dalam hal ini Polres Lamongan dengan keluarga Andrianto dilakukan Mapolsek Babat, Kamis (13/1/2022)

"Memang benar pada tanggal 28 Desember 2021. Kami Polres Lamongan melaksanakan serangkaian tindakan kepolisian yang menimpa keluarga mas Satria dan pak Andrianto," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dengan didampingi keluarga asal Bojonegoro.

Baca juga: Bantuan untuk 1.492 Warga Blitar Cair, Sutikno Semringah Terima Uang Rp 1,2 Juta: Buat Beli Beras

Dikatakan, waktu itu keluarga Andrianto diaku sedang dalam suasana duka, karena ada keluarga yang dipanggil Allah. Namun demikian anggota di lapangan terjadi kesalahpahaman dengan pihak keluarga Satria.

"Setelah mengetahui membawa jenazah kami mempersilahkan pihak keluarga melanjutkan perjalanan di Bojonegoro," katanya.

Setelah itu, beredar kabar di medsos bahwa yang terjadi kasus penangkapan narkoba dan pelaku terorisme. "Dan yang beredar di Medsos itu adalah tidak benar. Karena mas Satria dan pak Andrianto bukan pelaku narkoba ataupun pelaku terorisme," tandasnya.

Pihak kepolisian, kata Miko, tidak pernah mengatakan itu. Dan memunculkan itu adalah informasi di medsos. "Polisi tidak mengatakan apapun, dan hanya melakukan serangkaian tugas kepolisian," kata Miko.

Atas kejadian itu, yakni munculnya video di medsos tersebut, pihak keluarga Satria merasa tidak nyaman. Dan tak lama setelah kejadian tersebut pihaknya bersama sejumlah PJU Polres datang ke rumah keluarga Andrianto.

Miko datang ke rumah duka dan menyampaikan permohonan maaf, apabila ada tindakan yang berlebihan oleh anggota yang dilakukan di lapangan..

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved