Berita Kabupaten Malang

Tembok Perumahan di Malang Halangi Rumah Warga, Dewan Desak Dilakukan Pembongkaran

Tembok perumahan di Malang meghalangi rumah warga, DPRD Kabupaten Malang desak dilakukan pembongkaran tembok. Bongkar 7 x 24 jam.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Sebuah tembok dengan tinggi 2 meter berdiri di depan perkampungan warga RT 3/RW 10 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jika dilihat secara kasat mata, tembok tersebut menjadi pemisah antara perkampungan dan Perumahan Green Village Singosari, Senin (24/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tembok setinggi 2 meter berdiri di depan perkampungan warga RT 3/RW 10 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Jika dilihat sekilas, tembok tersebut menjadi pemisah antara perkampungan dan Perumahan Green Village Singosari.

Berdasarkan penuturan warga bernama Subandi, tanah yang dibangun tembok tersebut milik pihak perumahan.

"Itu tanah memang milik perumahan, alasannya keamanan," beber Subandi ketika dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).

Subandi mengatakan, tembok tersebut dibangun pada awal tahun 2022.

Karena tak bisa berbuat banyak lantaran lahan pagar tersebut dimiliki oleh pengembang perumahan, Subandi dan warga di perkampungan bahu-membahu membuat jalan alternatif.

Alhasil, warga terpaksa menjebol tembok bangunan rumah milik Wandi, demi membuatkan akses jalan kepada Subandi untuk keluar masuk.

Dari upaya tersebut, jalan selebar sekitar 50 centimeter dapat dimanfaatkan warga untuk melintas dengan berjalan kaki tanpa kendaraan.

"Aksesnya hanya jalan kaki, sepeda motor nggak bisa keluar. Sebelum tembok ini ada jalan, keluar masuknya ya lewat perumahan itu," tutur Subandi yang merupakan warga RT 3/RW 10 Dusun Karangwaru tersebut.

Kata Subandi, pihak Kelurahan Candirenggo sejatinya telah mengupayakan mediasi antara warga dengan pengembang perumahan. Sayangnya, mediasi tersebut belum membuahkan hasil.

"Inginnya dikasih jalan minimal motor, yang penting ada jalannya, meskipun sempit, yang penting keranda mayat atau sepeda motor bisa lewat," paparnya.

Protes berdirinya tembok juga diungkapkan Basuki, warga Perumahan Green Village Singosari.

Sebagai warga perumahan, Basuki mengaku keberatan dengan tembok tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved