Berita Surabaya
ITS Rancang PPMS, Bantu Pasien Darurat Dapat Pertolongan Pertama hingga Pangkas Antrean UGD
Selama Pandemi Covid-19, rumah sakit di Indonesia kerap kewalahan dalam merawat pasien yang jumlahnya terus meningkat secara signifikan. Akibatnya, te
Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama Pandemi Covid-19, rumah sakit di Indonesia kerap kewalahan dalam merawat pasien yang jumlahnya terus meningkat secara signifikan. Akibatnya, terjadi antrean panjang pada Unit Gawat Darurat (UGD).
Berangkat dari permasalahan tersebut, enam sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang Portable Patient Monitoring System (PPMS) yang dipasang pada mobil ambulance untuk mempercepat pertolongan terhadap pasien dan memangkas antrean di emergency room atau UGD.
Tim yang diberi nama IMELDA (singkatan dari Integrasi Semarang, Malang dan Surabaya yang merupakan asal dari para anggota tim) ini terdiri dari Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng, Wiwik Anggraeni SSi MKom, Diah Risqiwati, Lailatul Husniah ST MT, Sugiyanto, dan Hanugra Aulia Sidharta.
Semua anggota tim IMELDA tersebut saat ini masih menyelesaikan studi program S-3 di ITS di bawah bimbingan Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng.
Di samping itu, tim ITS ini juga turut melibatkan Dr Lailis Syafa’ah MT yang merupakan dosen Teknik Elektro dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai koordinator komunikasi tim dengan mitra kerja terkait.
Wiwik Anggraeni mengungkapkan, PPMS terdiri dari tiga komponen utama yakni alat monitoring pasien, komputer mini, dan printer thermal mini.
Baca juga: Upaya Tingkatkan Industri Maritim, Mahasiswa ITS Rancang Kapal Pesiar Ramah Lingkungan Seasando
Ketiganya dikemas dalam sebuah koper dengan ukuran yang sama dengan berat kurang dari 3 kilogram guna memudahkan transportasi.
“Dengan ukuran tersebut, PPMS menjadi alat portable yang bisa dipindahkan dari ambulance menuju bed sementara sebelum masuk ke emergency room,” ujar Wiwik kepada TribunJatim.com, Kamis (27/1/2022).
PPMS memiliki fungsi sebagai alat monitoring tanda vital selama perjalanan dari rumah pasien hingga UGD.
Tanda vital tersebut di antaranya adalah SpO2, systole, diastole, suhu tubuh, respiratory rate, dan heart rate.
“Ke enamnya akan diamati selama perjalanan dan paramedis dapat mencetak rangkuman data tersebut untuk kemudian diserahkan ke UGD,” ujar dosen Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.
Baca juga: Lewat Napas Seni, Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Mental
Wiwik mengaku, dalam melakukan penelitian ini, tim IMELDA menggunakan metode pengamatan secara langsung.
Dengan melibatkan Rumah Sakit (RS) UMM sebagai mitra kerja, tim melakukan survei di lapangan guna mencari ide inovasi yang sesuai dengan tema IEEE SIGHT Funding, sebuah program pengabdian yang berhubungan dengan penanggulangan Covid-19.
“Lalu, ide tersebut kami ajukan untuk diimplementasikan di ambulance milik RS UMM,” jelasnya.
Setelah mendapat persetujuan dan pendanaan, tim IMELDA mulai merakit PPMS dan melakukan uji simulasi, baik simulasi terbatas maupun simulasi di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/its-rancang-portable-patient-monitoring-system-ppms-sebagai-alat-monitoring-pasien-darurat.jpg)